Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Berita Haji & Umrah

Banyak Jemaah Haji Kini Terserang Penyakit Paru-paru

Jemaah haji Indonesia diminta menjaga kesehatan. Saat ini, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menengarai terjadi perubahan pola penyakit yang diderita jemaah pasca puncak haji.

Dokter jaga di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Novita Djawahir menjelaskan, saat ini ditemukan banyak jamaah yang menderita penyakit paru-paru.

Perubahan pola penyakit tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, jemaah haji yang didominasi lansia mengalami kelelahan setelah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) sehingga penyakit paru-parunya kambuh.

“Jemaah dengan risiko tinggi, usia tua, pasca Armina kondisinya kelelahan, akibatnya memicu penyakit paru lebih parah dari sebelumnya,” kata Novita kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (08/09).

Dia menuturkan, saat ini jemaah haji yang dirawat di KKHI Madinah sebanyak 30 orang dan sebanyak 45 orang lainnya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

KKHI Madinah pada Jumat (06/09) malam juga menerima 8 pasien evakuasi dari Mekkah. “Hingga saat ini (dari awal operasional haji hingga sekarang) total ada 949 kunjungan ke KKHI Madinah,” katanya.

Meski kegiatan utama haji telah selesai, tapi jamaah diminta untuk tetap menjaga kesehatannya hingga masa pemulangan ke Tanah Air. Caranya dengan beristirahat, makan, dan minum yang cukup serta mengkonsumsi buah-buahan.

Terus Dipantau

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019, Akhmad Jauhari mengatakan, jemaah yang sakit akan dipantau dan didampingi petugas sampai sembuh.

Ini meski masa operasional haji telah berakhir. Proses pemulangannya juga akan didampingi petugas hingga tiba di Tanah Air.

“Bagi jamaah yang kondisinya telah baik dan bisa duduk, akan didampingi satu petugas. Tapi bagi yang kondisinya baring akan didampingi dua petugas karena membutuhkan oksigen dan alat-alat medis lainnya,” katanya.