Home » Arsip » Tips Menjalankan Ibadah Umroh Musim Dingin
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Zam-zam

Mulai dari Rp. 30.000

Beli
Kurma

Mulai dari Rp. 13.000

Beli
Oleh-oleh Haji

Mulai dari Rp. 17.000

Beli
Tips

Tips Menjalankan Ibadah Umroh Musim Dingin

Berencana Umroh Bulan Januari? Siap-Siap Hadapi Cuaca Dingin Tanah Suci

Negara arab saudi mempunyai dua musim, musim panas dan dingin. Berbeda dengan di Indonesia, di saudi perubahan cuasa cukup ekstrim. Musim panas bisa mencapai 55 derajat sedangkan musim dingin berkisar nol sampai minus 10 derajat celcius. Berbeda dengan musim panas, orang Indonesia biasa mengalaminya meskipun tidak sepanas di Saudi, akan tetapi musim dingin yang ekstrem dengan kelembaban yang rendah yaitu 24 % (sangat kering), maka  khusus musim dingin  ini jamaah haji IndonesIi harus bisa menyesuaikan diri.

Sengatan dingin Bagi jamaah umroh yang berasal dari daerah maupun mereka yang telah terbiasa  dengan cuaca dingin, suhu di Tanah Suci pada bulan September hingga Maret nanti mungkin tak akan menjadi persoalan serius. Namun bagi jamaah umroh  dari Indonesia pada umumnya, suhu udara yang kadang dapat mencapai minus dua derajat celcius di Tanah Suci Mekkah dan Madinah akan menjadi kendala yang sangat serius.

Jadi bagi Anda yang memilih untuk melakukan umroh di bulan Januari, maka harus bersiap-siap untuk menghadapi suhu dingin padang pasir. Berikut adalah sejumlah tips persiapan diri dalam menghadapi cuaca dingin di Tanah Suci:

  1. Olahraga

Latihan fisik bisa menjadi tameng pertama agar tubuh tetap prima menghadapi perubahan cuaca ekstrem, termasuk suhu dingin.

Persiapan ini sekaligus membantu fisik jamaah untuk menjalankan rangkaian ritual umroh seperti tawaf dan sa’i, yang butuh banyak jalan kaki.

Sebaiknya olahraga rutin sudah dilakukan minimal tiga bulan sebelum keberangkatan. Salah satu latihan yang cukup mudah untuk rentang usia berapa pun adalah jalan kaki 2-3 kilometer per hari.

Selain berjalan kaki, berenang atau gym bisa jadi pilihan olahraga untuk persiapan ibadah ini.

  1. Asupan makanan

Sejak jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan, atur asupan gizi harian. Tujuannya, memastikan badan fit saat berangkat dan menjalankan ibadah umroh. Biasakan pula minum yang cukup.

Saat di Tanah Suci, utamakan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein. Pilih saja misalnya roti gandum, nasi merah, kentang, dan biji-bijian.

Karbohidrat adalah sumber kalori yang mampu menghasilkan energi bagi tubuh. Selain itu, zat ini juga bermanfaat sebagai pengisi ulang glikogen cadangan energi dalam tubuh.

Adapun protein bisa didapat dari daging sapi, ayam, tempe, tahu, telur, susu, dan kacang-kacangan

  1. Pakaian

Dalam rangkaian perjalanan umroh, jemaah tak setiap hari mengenakan ihram. Selama ihram, laki-laki hanya diizinkan mengenakan dua lembar kain tak berjahit.

Bagi laki-laki, ihram hanya wajib dipakai saat menjalankan ritual umroh. Biasanya, ihram laki-laki untuk umroh adalah pada hari-hari pertama tiba di Makkah dari lokasi miqat yang sudah ditentukan serta saat menjalankan tawaf wada.

Adapun bagi jemaah perempuan, pakaian harus menutup seluruh aurat. Namun, sejumlah dalil menyebutkan larangan perempuan mengenakan penutup muka dan sarung tangan selama ihram atau ritual umroh.

Dengan semua ketentuan tersebut, tak perlu banyak pilihan pakaian untuk menjalankan rangkaian ibadah umroh. Jemaah cukup memilih bahan yang agak tebal untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Meski begitu, pastikan bahan itu juga tetap menyerap keringat dan terasa “adem” untuk dipakai berdesakan dengan ribuan jemaah lain.

  1. Obat-obatan

Bagian yang tak boleh terlewatkan sebelum berangkat umrah, apa pun musimnya, adalah obat-obatan pribadi. Saat mengantisipasi cuaca ekstrem apalagi dingin, obat-obatan ini menjadi lebih penting lagi disiapkan.

Jangan segan pula berkonsultasi dengan dokter mengenai persiapan medis menjelang berangkat ke Tanah Suci. Catat, persiapan obat tak hanya diperlukan para pengidap penyakit berat.

Siapkan juga pelembap, baik untuk bibir maupun wajah, untuk mencegah kulit muka dan bibir mengelupas. Sertakan juga body lotion, untuk tujuan yang sama.

  1. Lakukan Aklimatisasi

Setiba di Bandara, udara dan angin dingin akan menusuk sampai ke tulang. Jangan langsung gunakan jaket Anda. Lakukan aklimatisasi atau penyesuaian tubuh Anda dengan cuaca tersebut. Anda bisa menggunakan waktu kira-kira 15 menit untuk mengambil napas panjang dan melakukan peregangan badan. Hal ini dilakukan supaya tubuh Anda tidak terlalu kaget terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara.

  1. Membawa Masker Mulut

Siapkan masker berbahan kain untuk menjaga hidung anda dari hembusan angin yang dingin. Jangan panik jika setiba di arab sana hidung Anda menjadi basah dan mengeluarkan lendir. Ini hal yang wajar karena perubahan cuaca yang drastic dari udara tropis. Dengan menggunakan masker kain, akan mengurangi resiko bibir menjadi pecah-pecah dan flu semakin parah.

  1. Antisipasi perjalanan

Pastikan perjalanan ibadah lancar, dimulai dari kejelasan jadwal hingga rincian perjalanan. Detail penerbangan termasuk lokasi singgah dan maskapai hingga tempat menginap di lokasi-lokasi rute perjalanan, harus sudah digenggam sejak awal.

Demikian tips menghadapi musim dingin saat umroh. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat bagi para calon jamaah yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci.