Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Tips

Tips Menjalankan Ibadah Umroh Bersama Anak

Menjalankan ibadah umroh berserta anak menjadi pengalaman dan tantangan tersendiri bagi para orang tua. Tak sedikit dari mereka yang berpendapat belum saatnya mengajak anak-anak yang masih belum baligh untuk ikut berangkat umroh karena berbagai alasan. Salah satunya, takut tidak fokus ibadah karena anak cenderung merepotkan. Akan tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan persiapan serta tekad yang matang.

Untuk menghindari segala kendala yang bisa menggangu selama pelaksanaan ibadah, berikut InfoHaji.co.id akan memberikan beberapa tips menjalankan ibadah umroh bersama anak yang insya allah bisa menunjang kelancaran ibadah Anda

  1. Waktu untuk berangkat umroh

Sebelum memutuskan untuk berangkat umrah ke Tanah Suci, risetlah bulan-bulan terbaik untuk melakukan perjalanan. Misal saat low season sehingga tidak terlalu ramai dan berdesak-desakan. Mengajak anak saat bulan ramai akan membuat mereka kesulitan dalam bergerak dan cenderung rewel jika masih kecil.

Selanjutnya pilih bulan saat udara di Arab Saudi tidak terlalu dingin saat malam hari dan panas saat siang hari. Meski kondisi tubuh anak sedang fit, ada baiknya menghindari sesuatu yang membuat tubuh mereka drop.

  1. Pastikan umur dan kesehatan anak terlebih dahulu

Berbeda dengan Indonesia, udara di Tanah Suci terkenal cukup ekstrim sehingga mengajak anak yang masih kecil sangat berisiko. Pertama, kesehatan mereka bisa saja terganggu karena tertular penyakit tertentu. Kedua, keadaan tubuh anak belum tentu mampu menahan serangan udara panas pada siang hari dan dingin pada malam hari. Ketiga, periksa riwayat kesehatan anak. Pastikan anak tidak memiliki penyakit tertentu yang justru membahayakan dirinya saat umroh keluarga.

  1. Perhatikan syarat dan kelengkapan umroh

Seperti halnya calon jemaah umroh dewasa, anak-anak juga harus diurus segala kelengkapannya dengan baik. Segala berkas harus disiapkan dengan baik mulai dari akta kelahiran anak, KTP orang tua, atau kartu keluarga. Lakukan hal ini jauh-jauh hari agar bisa berangkat saat kondisi anak dalam keadaan terbaiknya.

Ketentuan terbaru, anak-anak harus memiliki paspor, prosedurnya hampir sama dengan pengurusan paspor bagi orang tua. Hanya saja karena masih anak-anak dan belum memiliki KTP, maka dokumen yang harus digunakan adalah akta kelahirannya, KTP orang tua, dan Kartu Keluarga (KK). Persyaratan nama di paspor anak  dengan 3 suku kata tetap berlaku.

Dan dokumen lain seperti Visa. Visa merupakan izin resmi untuk memasuki suatu negara, yang memuat aturan seperti batas waktu kunjungan dan jenis keperluannya.

  1. Lakukan vaksin sebelum keberangkatan

Vaksin meningitis menjadi vaksinasi yang diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah mendapat vaksin meningitis menjadi syarat calon jamaah haji atau umroh untuk mendapatkan visa. Berikut ini adalah sejumlah ketentuan pemberian vaksin:

  • Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2-3 minggu sebelum keberangkatan, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari 3 tahun sebelumnya.
  • Jika diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia >5 tahun, vaksin ini akan memberikan perlindungan dari meningitis selama 5 tahun.
  • Untuk anak <5 tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun. Namun pemberian pada balita usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya.
  • Vaksin jenis ini tidak dibolehkan untuk diberikan kepada bayi berusia < 2 bulan.

Efek samping yang parah setelah pemberian vaksin ACWY sangat jarang terjadi. Sekitar 10 persen orang yang menerima vaksin ini mengalami nyeri dan kulit kemerahan yang umumnya akan hilang dalam 1-2 hari. Sementara, pada anak-anak terkadang mengalami demam.

Selain kewajiban atas pemberian vaksin meningitis, Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga menyarankan calon Haji untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumonia sebelum berangkat.

Bawalah obat-obatan khusus anak yang akan diperlukan saat terkena sakit ringan, seperti minyak angin, obat panas, obat batuk, obat flu, vitamin, suplemen, dan obat-obatan lain sesuai kebutuhan. Dan diusahakan sebelum keberangkatan anak anak mengkonsumsi makan- akanan yang bergizi dan bervitamin.

  1. Persiapan barang pribadi anak

Akan sangat merepotkan kalau membawa anak yang belum bisa melakukan apa-apa sendiri. Misal belum bisa pipis ke kamar mandi sendirian. Untuk menghindari anak mengompol di tempat suci, lebih baik pakaikan mereka diaper. Kalau ada kemungkinan mereka rewel saat umroh keluarga, coba bawakan mainan kesukaan. Buat anak senyaman mungkin agar ibadah yang Anda jalankan bisa berjalan dengan baik.

Dan disarakan pula membawa gendongan atau stoller untuk berjaga-jaga jika anak kelelahan saat melakukan Thawaf atau Sa’i. Namun perlu diketahui, stoller hanya boleh masuk masjid di Madinah. Untuk alternatif lain, Anda bisa menyewa kursi roda yang disewakan bersama pendorongnya. Pilihlah orang lokal Indonesia jika berniat menyewa kursi roda untuk sang buah hati.

Inilah beberapa tips membawa anak dalam umroh keluarga. Semoga bisa dijadikan referensi saat Anda mengunjungi Tanah Suci tahun ini atau tahun yang akan datang.

Semoga bermanfaat ^_^