Home » Arsip » Tim Penyedia Akomodasi Haji 2017 Mulai Berburu Hotel di Makkah dan Madinah
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Dapatkan Produknya disini

Sajadah Beli
Kerudung Beli
Souvenir Beli
Berita Haji & Umrah

Tim Penyedia Akomodasi Haji 2017 Mulai Berburu Hotel di Makkah dan Madinah

keberangkatan haji 2017

Terhitung 211 jamaah haji Indonesia dipastikan akan berangkat pada tahun ini. Jumlah tersebut tentunya lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, dimana mengalami pemotongan kuota sebanyak 20% karena ada proses renovasi yang sedang berlangsung di Masjidil Haram. Kembalinya kuota normal tersebut, tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyedia akomodasi terutama dalam masalah penginapan.

Dan pada 20 Februari 2017 lalu, terhitung 12 orang yang tergabung dalam tim penyedia akomodasi telah bertolak ke Arab Saudi untuk berburu hotel yang akan menjadi tempat jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah. Selama kurang lebih 85 hari di Tanah Suci, mereka ditugaskan untuk mencari hotel yang representatif bagi 204 ribu jamaah haji reguler.

Untuk kenyamanan jamaah, Ketua Tim Penyedia Akomodasi Nasrullah Jassam telah menetapkan beberapa kriteria khusus dalam penyediaan akomodasi. Antara lain hotel harus mudah diakses, baik untuk transportasi bus shalawat dan akses distribusi katering. Selain itu, hotel juga harus memiliki lobby luas, serta ada masjid, restoran, dan fasilitas lainnya.

Salah satu strategi yang diterapkan dalam pencarian akomodasi hotel adalah dengan mengontrak kembali (repeat order) sejumlah hotel yang dinilai memberikan layanan yang baik pada musim haji tahun lalu. Sedikitnya terhitung ada 84 hotel dengan kapasitas 118.675 jamaah yang akan dikontrak kembali.

Untuk menutup kekurangannya, tim akomodasi akan mencari hotel-hotel baru yang berada di 6 wilayah tersebut. “Hasil hunting tim penjajakan pada Desember 2016 lalu, ada sekitar 30 hotel baru yang dilakukan letter of intention (LoI) oleh KUH atas usulan tim dengan kapasitas sekitar 70 ribuan,” ujar Nasrullah.

Dan Nasrullah juga menambahkan bahwa semua perhitungan ini masih bersifat estimasi, karena masih ada tahapan verifikasi dokumen, cek fisik gedung, dan negosiasi.