Home » Arsip » Pemerintah Arab Tetapkan Larangan Waktu  Jumrah Bagi Jamaah Indonesia
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Dapatkan Produknya disini

Berita Haji & Umrah

Pemerintah Arab Tetapkan Larangan Waktu  Jumrah Bagi Jamaah Indonesia

Jamaah Indonesia Dilarang Melempar Jumrah Diluar Jadwal yang Telah Ditetapkan Pemerintah Arab Saudi

Prosesi lempar jumrah merupakan salah satu amalan wajib haji, apabila ditinggalkan maka hajinya tetap sah namun harus membayar dam (denda). Dalam prosesi ini, semua jamaah berbondong-bondong  ke tempat jamarat, untuk melempar sejumlah batu sebagaimana yang telah ditentukan.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan demi kelncaran prosesi haji tersebut, pemerintah Arab Saudi telah menetapkan jadwal lempar jumrah bagi masing-masing negara.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi melalui Muassasah Asia Tenggara sudah mengeluarkan pemberitahuan tentang waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah.

Berdasarkan edaran tersebut, Daker Mekah mengeluarkan maklumat terkait waktu larangan melontar jumrah bagi jemaah haji Indonesia tertanggal 6 Agustus 2017. Maklumat ditujukan kepada seluruh kepala Seksi dan kepala Sektor Daker Mekah agar informasi seputar larangan ini bisa segera disosialisasikan kepada jemaah haji Indonesia.

Kepala Daker Mekah, Nasrullah Jasam, menerangkan, jemaah haji Indonesia diharapkan mematuhi edaran ini. Larangan atau aturan dikeluarkan demi kelancaran bersama dan untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan jemaah.

“Jemaah haji Indonesia agar memperhatikan dan menaati jadwal waktu melontar jumrah,” katanya, Selasa 15 Agustus 2017.

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:

  1. 10 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 06.00 hingga 10.30 WAS;
  2. 11 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 14.00 hingga 18.00 WAS;
  3. 12 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari jam 10.30 hingga 14.00 WAS.

Kepada PPIH Arab Saudi, Nasrullah meminta agar menyosialisaikan waktu larangan ini, sehingga bisa dipahami dan ditaati oleh seluruh jemaah haji Indonesia.