Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Tangis Pilu Pohon Kurma Karena Menahan Rindu Kepada Rasulullah

Utama

INFOHAJI.co.id – Sahabat InfoHaji, rindu adalah hal yang lumrah terjadi. Rindu kepada orang tua, kepada saudara, bahkan kepada orang yang kita cinta. Namun apa jadinya jika yang rindu bukanlah sosok manusia? Bukan pula malaikat, apalagi makhluk astral yang kamu kenal. Lalu siapa yang bisa merindu? Ternyata ada sosok lain yang bisa merindu bahkan sampai menangis karena merindukan seseorang yang paling mulia di muka bumi. Ya, dialah pohon kurma.

Bagaimana bisa? Ya, tentu saja bisa. Bahkan ini bukan cerita khayalan atau hoax seperti yang banyak terjadi belakangan ini.

Saat itu, Rasulullah tengah memberi khutbah jumat. Khutbah tersebut selalu diberikan dengan bersandar di sebuah pohon kurma. Karena memang saat itu belum ada mimbar.

Sampai pada suatu hari ada seorang wanita tua Anshar mendatangi Rasulullah. Ia memiliki putra seorang tukang kayu dan ia menawarkan sebuah mimbar untuk Rasul.

“Wahai Rasulullah, maukah kami buatkan mimbar untukmu?” ujarnya. Rasulullah pun menjawab, “Silakan jika kalian ingin melakukannya,” ujar beliau.

Maka, pada Jumat keesokan hari, mimbar Rasulullah telah siap digunakan. Mimbar itu pun diletakkan di dalam masjid.

Saat Rasulullah menaiki mimbar, tentu saja ada perubahan. Awalnya bersandar di pohon kurma, lalu beralih di atas mimbar. Saat itulah pohon kurma menangis karena ia tak lagi menjadi “teman” dalam khutbah Jumat seperti biasa.

Diriwayatkan dalam hadist dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdiri di atas sebatang pohon kurma ketika berkhutbah. Setelah dibuatkan mimbar, kami mendengar sesuatu pada batang pohon kurma tersebut seperti suara teriakan unta yang hamil. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam turun, lalu meletakkan tangannya pada batang kurma tersebut. Setelah itu, batang pohon itu pun diam.”

Ya, pohon yang kita kenal dengan benda mati, ternyata bisa menangis karena merasa rindu kepada sosok yang paling mulia. Ia rindu karena tak lagi mendengar nasihat yang biasa disampaikan di sampingnya.

Dan, lagi-lagi Rasulullah mengajarkan empati yang luar biasa. Meski hanya sebuah pohon, Rasulullah tetap mencoba menenangkan. Rasulullah juga mengusap, lalu memeluk. Barulah si pohon kurma ini tak lagi menangis dan dirundung kesedihan. Meski tak lagi mendampingi Nabi, mendapat pelukan dari Nabi cukup mengobati rasa sedihnya.

Rasulullah pun berkata kepada para sahabat, “Kalau tidak aku peluk dia, sungguh dia akan terus menangis hingga hari kiamat,” sabda Nabi.

Kisah tangisan pohon kurma itu pun benar-benar nyata dan Ibnu Hajar Al Asqalani menyatakan bahwa menangisnya pohon kurma menjadi bukti firman Allah.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Sementara itu Ibnu Abi Hatim menyatakan bahwa terdengarnya tangisan pohon kurma menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Allah tidaklah pernah memberikan sesuatu kepada seorang Nabi seperti yang diberikan pada Nabi Muhammad.”

Aku (Ibnu Abi Hatim) berkata, “Nabi Isa diberi mukjizat bisa menghidupkan yang mati.” Imam Syafi’i berkata, “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi mukjizat bisa mendengar suara rintihan batang kurma yang menangis (karena ia tidak mendengar lagi dzikir yang dibaca Nabi ketika Nabi beralih menggunakan mimbar). Mukjizat ini lebih luar biasa dari mukjizat yang diberikan pada Nabi Isa.” (Fath Al-Bari, 6: 603).

Bila pohon kurma saja menangis karena rindu dengan Rasulullah, tentunya sangat kurang elok bilamana kita sendiri, sebagai umatnya tidak merindukan utusan Allah tersebut.

Nah, kalau kamu juga merasa rindu cobalah untuk menenangkan hati kamu dengan membaca sholawat, atau kamu juga bisa menjadi saksi dengan mengonsumsi kurma-kurma pilihan .