Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Syarat Wajib Haji

syarat wajib haji

Syarat-Syarat Wajib Haji yang Harus Dipenuhi Oleh Mereka yang Ingin Menjalankannya

Syarat wajib haji adalah syarat-syarat yang wajib dipenuhi oleh seseorang yang hendak melaksanakan ibadah haji. Apabila ada salah satu syarat yang belum dia penuhi, maka ia belum diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji. Berikut ini adalah syarat wajib haji:

Pertama; seseorang tersebut harus beragama islam

Syarat yang pertama, apabila seseorang ingin menjalankan ibadah haji maka agama yang dia anut haruslah agama Islam. Dan ibadah haji yang dijalankan oleh orang kafir tidaklah sah, karena mereka tidak masuk kedalam persyaratan. Dan Allah SWT tidak akan menerima ibadah dari orang yang kafir.

Allah SWT berfirman:

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ

Artinya:

“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya.” (QS. At-Taubah: 54).

Dan dalam sebuah hadist juga disebutkan, Rosulullah SAW bersabda;

إِنَّكَ تَأْتِي قَوْمًا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ فَادْعُهُمْ إِلَى شَهَادَةِ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ فِي فُقَرَائِهِمْ  (متفق عليه

Artinya:

“Sesungguhnya anda akan mendatangi kaum Ahli Kitab. Maka ajaklah mereka untuk menyaksikan bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah. dan saya adalah utusan Allah. kalau mereka telah mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka, bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Kalau mereka telah mentaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka mengeluarkan zakat, diambil dari orang-orang kaya dan dibagikan kepada orang fakir diantara mereka.” (HR. Muttafaq alaih).

Dari kedua dalil diatas diterangkan bahwa Allah SWT tidak akan menerima amalan ibadah seseorang apabila seseorang tersebut termasuk kedalam golongan orang-orang kafir.

Kedua; seseorang yang menjalankan ibadah haji haruslah orang yang baligh dan berakal

Syarat yang selanjutnya adalah orang yang hendak melaksanakan ibadah haji haruslah orang yang berakal dan baligh (dewasa). Sebagaimana yang diejlaskan oleh Rosulullah SAW dalam hadistnya:

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاثَةٍ؛ عَنْ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنْ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ ، وَعَنْ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Artinya:

“Pena Diangkat (kewajiban digugurkan) dari tiga (golongan); Orang yang tidur sampai bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh), dan orang gila hingga berakal (sembuh).” (HR. Abu Daud, no. 4403, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud).

Lalu bagaimana dengan orang tua yang ingin menghajikan anaknya yang masih kecil (belum baligh)? Rosulullah menjawabnya lewat hadit berikut ini:

“Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ketika ada seorang wanita mengangkat anak kecilnya dan bertanya, “Apakah anak ini dapat melakukan haji? Beliau menjawab, “Ya, dan bagimu mendapat pahala” (HR. Muslim).”

Dalam hadist diatas dijelaskan, bahwa seorang anak kecil boleh melakukan ibadah haji walaupun dia belum baligh. Ibadah haji yang dijalankannya tetap sah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT, baik itu bagi si anak dan walinya (orang tua).

Ketiga; orang yang melaksanakan ibadah haji harus orang yang merdeka (bukan hamba sahaya)

Bagi mereka yang masih berstatus sebagai hamba sahaya (budak), tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji. Akan tetapi apabila ia melakukan haji, maka ibadah hajinya sah. Dan apabila ia telah merdeka dan mampu untuk melaksanakan ibadah haji, maka ia wajib menjalankannya.

Keempat; orang yang melaksanakan ibadah haji haruslah orang yang mampu

Sebagaimana perintah Allah SWT, ibadah haji adalah kewajiban setiap orang muslim terutama bagi mereka yang mampu. Kata “mampu” disini bisa mengacu kepada dua hal, yaitu secara fisik dan finansial.

Apabila secara fisik, ia memiliki badan yang sehat dan mampu menjalankan semua ritual ibadah haji di Baitullah Al-Haram, maka diwajibkan baginya untuk menjalankan ibadah tersebut. Dan apabila secara finasial, ia termasuk kedalam orang yang mampu dan mempunyai nafkah untuk mengantarkannya ke Tanah Suci guna menjalankan ibadah haji, pulang dan pergi, maka diwajibkan atasnya untuk menjalankan ibadah tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran:

 وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا (سورة آل عمران: 97

Artinya:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)

Demikian penjelasan tentang syarat wajib haji. semoga bermanfaat!

Wallahu A’lam Bishawab