Home » Arsip » Rusia dan Spanyol, Dua Negara Eropa yang Menyimpan Situs Peradaban Islam
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Kismis

Mulai dari Rp. 27.000

Beli
Buah Tin

Mulai dari Rp. 20.000

Beli
Kacang Pistachio

Mulai dari Rp. 25.000

Beli
Artikel

Rusia dan Spanyol, Dua Negara Eropa yang Menyimpan Situs Peradaban Islam

situs peradaban islam

Eropa adalah salah satu destinasi wisata populer di dunia yang banyak dipilih dan ramai dikunjungi oleh berbagai wisatawan manca negara. Sebagai salah satu destinasi wisata favorit untuk berlibur, Eropa memiliki beragam daya tarik yang seolah tidak pernah habis dan selalu berhasil memberikan kenangan manis bagi para pengunjungnya, termasuk situs peradaban Islam yang menarik untuk ditelusuri. Tidak hanya cantik dan menarik untuk dikunjungi, destinasi bernuansa Islam tersebut juga kaya dengan nilai sejarah dan religi, seperti yang terdapat di Rusia dan Spanyol.

Apabila Rusia ada dalam daftar rencana travelling kamu, maka jangan lupa untuk mengunjungi beberapa situs yang menjadi bukti perdaban islam. Islam telah masuk ke daratan Rusia sejak 1000 tahun silam dan pernah mengalami kejayaan saat pemerintahan Sultan Mohammed Oz Beg, Khan dari Gorden Horde, dan Sultan Tamirlane.

Saint Basils Cathedral adalah salah satu ikon Rusia yang menampilkan keindahan arsitektur Byzantine yang menyatukan kebudayaan Islam dan Kristen. Sekilas bangunan ini nampak seperti bangunan masjid, tetapi di ujung puncaknya ada tanda salib. Konon menurut cerita, ini merupakan simbol penaklukan Kristen Orthodoks ketika itu atas Islam. Kazan sendiri merupakan basis kaum muslim dan belum tergabung dalam Rusia. Katedral ini dibangun pada tahun 1555- 1561 atas perintah emperor Ivan the terrible untuk memperingati jatuhnya Kazan. Dan, saat ini katedral tersebut menjadi simbol arsitektur tradisional Rusia.

Tempat kedua yang wajib dikunjungi saat bertandang ke Negeri Beruang Merah ini adalah kota Kazan, salah satu kota tertua di Rusia yang menyimpan banyak cerita tentang perkembangan agama islam di Rusia. Penemuan sebuah masjid yang berusia seribu tahun lebih, menjadi bukti kehadiran Islam di tanah Kzan ini. Lokasi ditemukannya reruntuhan bangunan masjid tersebut, kini berdiri sebuah masjid yang diberi nama Qolsharif.

Masjid Qolsharif pertama kali dibangun pada abad ke 16 di Kazan Kremlin yang kemudian diluluhlantahkan oleh pasukan Rusia di bawah pimpinan Ivan Chetvyorty pada tahun 1552. Dan dibuka kembali pada 24 Juli 2005 yang menandai perayaan 1.000 tahun Kazan yang ditandai dengan ribuan jemaah yang berkumpul untuk melakukan Sholat Jum’at berjamaah. Bagian dalam masjid mampu menampung 1.500 jemaah sementara alun-alun masjid mampu menampung sepuluh ribu jemaah. Dan kini masjid tersebut menjadi masjid terbesar di Rusia dan Eropa.

Sebagai salah satu negara yang pernah dikuasai Islam, Spanyol menyimpan banyak situs bernuasa islami yang wajib Anda kunjungi. Terhitung lebih dari tujuh abad, dari 8 M sampai 15 M, peradaban Islam pernah berakar kuat di negeri ini. Bangunan yang masih berdiri kokoh sebagai jejak peradaban Islam di Wilayah barat daya Eropa, masih bisa ditelusuri hingga kini dan menjadi situs sejarah berharga sekaligus objek wisata di Spanyol.

Meski sebagian dari pada peninggalan tersebut telah beralih fungsi, seperti The Great Mosque of Cordoba yang sekarang berubah menjadi sebuah Katedral, tempat beribadah kaum Kristen disana.  Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Abd al-Rahman I pada tahun 784 sampai 786 M. Dan pernah digunakan sebagai tempat beribah umat muslim selama lima tahun, yang kemudian beralih fungsi sebagai gereja sejak kekuasaan  Ferdinand III , raja Castile , yang mengambil wilayah Cordoba dengan pertumpahan darah dan pembantaian umat Muslim pada tahun 1236 .

Selain itu Anda juga bisa melihat Medina Azahara, sebuah situs arkeologi abad pertengahan yang bernilai sejarah tinggi. Obyek wisata yang selalu diincar wisatawan mancanegara ini hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari kota Cordoba. Walaupun sekarang hanya tersisa reruntuhan dan puing-puingnya saja, namun situs ini masih menyisakan bangunan utama yang mewakili kemegahan bangunan masa lalu. Wisatawan akan menerawang ke masa silam bagaimana makmurnya Cordoba kala itu saat Khalifah Abd Al-Rahman III pada tahun 936 membangun istana kota Medina Azahara tersebut.

The Great Mosque of Cordoba yang cantik dan Medina Azahara yang megah menjadi dua destinasi wajib kunjung di Cordoba. Dan di Granada, Anda dapat berwisata ke Istana Alhambra yang merupakan simbol puncak kejayaan Islam di Spanyol. Istna ini berdiri kokoh di bukit La Sabica, Granada, Spanyol. Ia menjadi saksi bisu sekaligus bukti sejarah kejayaan islam di spanyol.

Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor (Moria) (bangsa yang berasal dari daerah Afrika Utara), satu kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia sekarang Spanyol. Kerajaan ini adalah Daulat Bani Ahmar yang berkuasa antara 1232-1492 M, didirikan oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar atau Bani Nasr yang masih keturunan Sa’id bin Ubaidah, seorang sahabat Rasulullah saw. yang berasal dari suku Khazraj di Madinah. Bangunan Istana Alhambra dibangun kurang lebih tahun 1238 dan 1358 M oleh sultan tersebut yang diteruskan oleh keturunan raja-raja Bani Ahmar. Istana Alhambra tidak langsung didirikan, namun secara bertahap.

Di Spanyol, tak hanya Istana al-Hambra dengan keelokannya nan menawan yang diwariskan oleh peradaban Islam. Tak jauh dari istana tersebut ada pula Jannat al-Arif, sebuah istana megah yang dibangun penguasa Granada, Raja Nasrid Emir, sebagai tempat beristirahat dan rekreasi selama musim panas tiba. Tempat ini selain dipenuhi dengan aneka tanaman hias juga dipercantik dengan balutan ukiran kaligrafi khas Islam.

Benteng Malaga merupakan salah satu benteng warisan Islam di Spanyol. Selama Islam berkuasa di sana, sejumlah benteng didirikan di kota-kota besar utama antara lain di Granada dan Cordoba. Benteng ini didirkan tak lain untuk melindungi dan mempertahankan daerah sekitarnya dari rongrongan musuh. Arsitektur bangunannya mirip dengan benteng-benteng di Maroko. Letaknya berada di lokasi strategis agar memungkinkan pertahanan selama mungkin dari serangan lawan.

Dan tak lupa juga untuk mengunjungi Puente Romano, jembatan dengan panjang 400 m, lebar 40 m, dan tinggi 30 m ini merupakan warisan Islam yang sangat berharga di Cordoba. Jembatan ini direkonstruksi dan disempurnakan oleh penguasa Andalusia, Ibnu Malik al-Khaulani atas perintah Umar bin Abd al-Aziz pada 101 H. Jembatan yang dikenal pula dengan Jisr atau Qintharah Qurthubah ini disebut-sebut sebagai jembatan termegah pada masa itu dengan detail arsitektur yang menawan.

Demikian beberapa destinasi wisata islami diEropa, yang wajib Anda kunjungi. Dan masih banyak lagi negara-negara eropa lainnya yang menyimpan situs peradaban islam. Diantaranya Prancis, Bosnia-Herzegovina, Yunani dan Jerman yang akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Semoga bermanfaat!