Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Berita Haji & Umrah

Selamat Tahun Baru Islam! Simak Sejarah dari Tahun Hijriyah Islam Berikut Ini

Sumber: shutterstock.com

Selama ini, sahabat sebagai umat muslim menjalani keseharian berdasarkan dua kalender: kalender masehi dan kalender hijriyah. Untuk kepentingan duniawi sehari-hari seperti bekerja dan bersekolah, tentunya sahabat mengikuti jadwal yang ada pada kalender masehi. Sedangkan untuk urusan spiritual dan keagamaan seperti berpuasa dan beribadah haji, sahabat pastinya mengikuti tanggal yang ada di kalender hijriyah.

Kedua kalender tersebut punya sistem perhitungan yang berbeda, dan pastinya punya awal tahun di hari yang berbeda. Jika tahun masehi selalu mulai di 1 Januari, tahun hijriyah selalu mulai di 1 Syawal. Di tahun 2018 ini, tanggal 1 Syawal 1440 Hijriyah hatuh pada hari Selasa, 11 September 2018. Hari Selasa pun ditetapkan sebagai hari nasional demi memperingati tahun baru Hijriyah. Namun, hal apa sebenarnya yang harus diperingati?

1. Hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah

Sumber: shutterstock.com
Sumber: shutterstock.com

Nabi Muhammad SAW yang gemar berdakwah menyebarkan perintah Allah SWT kala itu sedang banyak menerima teror dan ancaman dari orang-orang kafir. Sayangnya bukan hanya beliau, namun seluruh umat Islam yang ada di Mekkah pun terkena teror berupa penyiksaan, perampasan, dan pengusiran. Selain itu, kaum Quraisy pun memboikot umat muslim di Mekkah dengan cara melarang kaum mereka untuk bergaul dengan kaum muslimin atau membeli dagangan kaum muslim.

Di saat yang sama, istri dan paman dari nabi Muhammad SAW pun meninggal dunia. Kesedihan yang dialami kaum muslim dan Nabi Muhammad SAW pun makin berlipat, sehingga Allah mengeluarkan perintah berhijrah kepada Nabi Muhammad SAW. Demi mencari kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah, akhirnya Rasulullah beserta umatnya pergi dari kota Mekkah menuju Madinah. Peristiwa perpindahan inilah yang disebut hijrah, yang juga terjadi di tahun pertama hijriyah.

2. Hijrah untuk Hidup yang Lebih Baik

Sumber: www.youtube.com
Sumber: www.youtube.com

Jikalau Rasulullah dan umatnya tidak pindah ke Madinah pada saat teror melanda, mungkin saja Islam tidak akan mencapai puncak kejayaannya. Kejayaan itu tentu saja tidak datang dengan sendirinya. Nabi Muhammad SAW justru masih mendapatkan ancaman dari kaum Quraisy bahkan sebelum beliau sampai di tempat tujuannya, Madinah. Beliau harus menginap di Gua Tsur demi menghindar dari ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya.

Namun dengan tekad yang kuat dan strategi yang matang, akhirnya Rasulullah bersama rombongannya tiba di kota Madinah dengan selamat. Hijrahnya Rasulullah bersama umat muslim sukses. Kaum Ansar yang ada di kota Madinah menyambut Rasulullah dan umatnya dengan baik. Kaum Ansar pun menerima syariat-syariat Islam, berbeda dengan kaum Quraisy. Kaum muslimin pun senantiasa kembali beraktivitas, beribadah dan berdagang dengan aman di kota Madinah.

3. Peringati Hijrah dengan Perubahan 

Sumber: http://hfhealthyliving.org
Sumber: http://hfhealthyliving.org

Berpindahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah ini menunjukkan bahwa sahabat pun mungkin akan menemukan hal yang lebih baik jika sahabat berani menjauhkan diri dari hal-hal yang merugikan sahabat. Tidak perlu mencari hal yang besar, cobalah mengubah kebiasaan kecil sahabat seperti begadang atau terlalu banyak minum kopi. Meskipun terlihat sepele, sebenarnya aktivitas seperti itu malah mengancam kesehatan sahabat. Ada baiknya sahabat mencoba untuk mengurangi begadang dan minum kopi di tahun yang baru agar tubuh terasa lebih sehat.

Jika ingin mengubah hal yang lebih besar dalam diri sahabat, sahabat bisa menunaikan amalan-amalan sunnah yang ada di tahun baru hijriyah. Salah satunya adalah sunnah puasa Asyura yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini insyaAllah bisa menghapus dosa-dosa sahabat setahun silam. Hanya satu amalan, namun perubahan yang diberikan dari amalan ini begitu besar jumlahnya. Selain itu menurut Hadist Riwayat Bukhari no. 5304, sahabat juga bisa menyantuni anak yatim di tanggal yang sama. Allah akan menaikkan derajat sahabat jika sahabat melakukan sunnah tersebut. Allahu’alam Bisshawab.