Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Informasi Penting

Sejarah Munculnya Air Zam-Zam yang Memiliki Banyak Manfaat

Zamzam Water

Siapa yang tidak tahu air Zamzam? Air yang keluar dari mata air suci ini selalu dirindukan  para jemaah haji atau umrah setiap kali berkunjung ke Tanah Suci. Tidak afdol rasanya jika mengunjungi Tanah Suci, Anda tidak meneguk segarnya air Zamzam, dan kemudian membawanya pulang ke tanah air sebagai oleh-oleh untuk orang-orang terdekat.

Dalam bahasa Arab, Zamzam memiliki arti banyak/melimpah ruah. Air zamzam dianggap sebagai air yang diberkahi Allah SWT. Air zamzam terdapat pada sumur mata air yang terletak di tanah suci Mekah, kawasan Masjidil Haram, lebih tepatnya di sebelah tenggara Ka’bah. Sumur mata air zamzam memiliki kedalaman sekitar 42 meter dan mengeluarkan air bersih secara terus menerus.

Sejarah Air Zamzam tidak lepas dari kisah Siti Hajar yang merupakan istri Nabi Ibrahim AS dan ibu dari Ismail AS.

Sejarahnya bermula ketika Siti Hajar dan putranya Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS di padang tandus, gersang, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Namun, Ibrahim meneguhkan Siti Hajar bahwa apa yang dia lakukan itu adalah perintah Allah.

Tiba pada saatnya bekal yang dibawa Siti Hajar habis, dan Ismail kecil menangis kehausan, Siti Hajar yang saat itu masih menyusui pun mulai kehabisan karena tidak ada asupan makanan. Ia mulai gelisah dan mencari makanan di padang tandus yang kelak bernama Mekkah itu.

Siti Hajar berlari ke bukit Marwa mencari kemungkinan makanan dan minuman, lalu kembali lagi ke bukit Shafa, lalu kembali lagi ke Bukit Marwa. Tak terasa, Siti Hajar sudah bolak-balik sebanyak 7 kali, namun ia tetap tidak menemukan air setetes pun. Siti Hajar tiba-tiba mendengarkan suara, kemudian ia berkata “saya mendengar suaramu, tolonglah aku jika engkau punya kebaikan.”

Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril. Sesaat setelah Jibril menghentakkan kaki yang kemudian menjadi tempat Zamzam, ibunda Nabi Ismail menampung air yang mengalir dengan menggali tanah disekitar keluar air agar airnya tidak hilang ketika dia ambil kantong minumnya.

Apa yang dilakukan Siti Hajar ini kelak dinamakan Sa’i, yang dijadikan rukun haji. Sa’i adalah berlari-lari kecil diantara bukit Shafa dan Marwa selama 7 kali.

Mata air Zamzam ini sempat tertutup setelah ribuan tahun tak terawat sepeninggal Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib lah yang kemudian menggali mata air Zamzam dan dibuat seperti sumur. Terakhir dilakukan pemugaran oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 1980 Masehi.

Air Zamzam memiliki kandungan istimewa yang membuatnya sangat berkhasiat. Bahkan dalam riwayat yang disampaikan At Thabarani dalam kitab Al Mu’jamaul Kabir dan Ibnu Abbas ra, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda tentang air Zamzam yang artinya:

“Sebaik-baiknya air di permukaan bumi ialah air Zamzam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit.”