Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Saat Presiden Jokowi Iriana Kenang Perjalanan Haji Tahun 2003 Silam

WhatsApp Image 2018-10-11 at 16.23.30

Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ini sempat mengenang perjalanan haji yang dijalaninya 15 tahun silam.Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, kala itu dirinya mendapat kan pelayanan yang cukup baik.

Meskipun demikian, presiden yang dikenal merakyat ini juga sempat mengatakan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini dinilainya memiliki peningkatan yang cukup signifikan. Jokowi lalu mengenang dirinya bersama sang istri Iriana saat menunaikan rukun Islam yang kelima pada 2003 silam.

Kenangan tersebut, dia tuangkan dalam sebuah tulisan yang di unggah dalam akun Instagramnya pada Kamis (09/08) siang melalui akun IG @jokowi :


Di saat perhatian kita di Tanah Air tersita oleh aneka isu, sampai Rabu kemarin, sudah 153.675 jemaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi semenjak keberangkatan pertama 18 Juli lalu. Mereka terbagi dalam 382 kelompok terbang dari 18 embarkasi haji di seluruh Indonesia.


Saya jadi teringat saat ketika berhaji tahun 2003 bersama istri. Saat itu, di Tanah Suci, saya menyaksikan jemaah haji Indonesia menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah kita, sejak berangkat sampai pulang, dari angkutan darat, pemondokan, makanan, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah.


Tapi dapat saya pastikan, pelayanan yang diterima lebih 200.000 jemaah haji Indonesia tahun ini akan jauh lebih baik dari saat saya berhaji 15 tahun lalu. Ini berkat berbagai terobosan dan inovasi yang ditempuh pemerintah, di antaranya rekam sidik jari dan foto wajah jamaah kini dilakukan di Indonesia, bukan di Jeddah atau Madinah, menghindari antrian panjang dan lama setiba di Arab Saudi.


Tahun ini, pemerintah menyewa 165 hotel di Makkah dan 107 hotel di Madinah untuk penginapan jemaah, 32 hotel di antaranya disewa satu musim penuh, tidak dibagi dengan jemaah negara lain, sehingga kita tidak lagi khawatir dengan batas waktu tinggal di hotel. Jemaah kita kini juga makan dengan bumbu masakan dari Indonesia, yang diracik juru masak asal Indonesia.


Layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah, dari 25 kali, tahun ini menjadi 40 kali, berikut tambahan berupa teh, gula, kopi, saos sambel, kecap dan satu potong roti. Sementara living cost sebesar 1.500 riyal tetap diberikan penuh yang bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.

Kementerian Agama juga membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) yang terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis untuk mendukung layanan kesehatan pada puncak haji. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, banyak jemaah yang membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina.


Semua inovasi ini demi jemaah haji kita bisa beribadah dengan tenang, memperoleh kemabruran, serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

Nah, kalau pelayanan haji semakin baik, tentu akan memudahkan kita semua untuk bisa beribadah dengan nyaman, bukan? Jadi sangat sayang jika kita tidak segera berusaha untuk menyegerakannya.