Home » Arsip » Rukun Haji dan Penjelasannya
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Artikel

Rukun Haji dan Penjelasannya

rukun haji dan penjelasannya

Lima Amalan Rukun Haji dan Penjelasannya

Apa itu rukun haji? Apakah rukun haji wajib dikerjakan oleh semua orang yang sedang melaksanakan ibadah haji? Lalu apa hukumnya bagi mereka yang meninggalkan rukun haji tersebut? Pada kesempatan kali ini, kami akan mencoba membahas tentang lima amalan rukun haji dan penjelasannya.

Pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan salah satu rukun islam yang kelima, yaitu Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi setiap orang muslim yang mampu. Allah SWT menjelaskannya dalam Al-Quran:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Al Imran: 97)

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa sebagian dari pada kita umat muslim, sebentar lagi akan beranjak ke Tanah Suci Mekkah untuk menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim yaitu ibadah haji. Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum melakukan ibadah tersebut, salah satunya adalah rukun haji. Rukun haji merupakan amalan- amalan yang harus dijalankan oleh seseorang yang sedang melakukan ibadah haji, apabila salah satu dari rukun haji tersebut tidak dilakukan maka ibadah haji yang dijalankannya tidak sah. Berikut adalah rukun haji dan penjelasannya:

Ihram, adalah rukun haji yang pertama. Ihram merupakan niat seseorang untuk berhaji. Apabila seseorang tersebut telah niat ihram, maka ia telah berikrar bahwa ia telah siap untuk memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjalankan ibadah haji dan siap menjalankan segala kententuannya dan menjauhi segala hal yang dilarang selama melaksanakan ibadah tersebut.

Dalam menjalankan rukun yang pertama ini, maka disunahkan untuk melafadzkan niat ihram. Adapun niat tersebut adalah sebagai berikut:

Niat yang diucapkan ketika seseorang akan menjalankan ibadah haji saja:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا

Artinya:

“Kusambut penggilan-Mu ya Allah untuk melakukan haji”.

Niat yang diucapkan ketika seseorang hendak menjalankan ibadah haji dan umroh:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا وَ عُمْرَةً

Artinya:

“Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji dan berumroh”

Dan niat yang diucapkan ketika seseorang hendak menjalankan ibadah umroh:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَاَحْرَمْتُ بِهَا ِللهِ تَعَالَى

Artinya:

“Saya niat umroh dan ihram umroh karena Allah Ta’ala”.

Wukuf di Padang Arafah, adalah rukun haji yang kedua dimana semua jamah haji diwajibkan untuk hadir di padang Arafah, dimulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.

Wukuf di Arafah merupakan rukun yang sangat penting dari haji, sebagaimana sabada Nabi Muhammad SAW:

“Haji adalah wukuf di Arafah. Maka siapa yang mendapati Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar, sesungguhnya dia telah mendapatkan haji.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tarmidzi dan Ibnu Majah).

Thawaf, merupakan rukun haji yang ketiga, dimana jamaah haji memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Ketika mengelilingi Ka’bah tersebut, hendaklah diiringi dengan dzikir dan doa kepada Allah SWT. Jamaah haji yang melakukan thawaf harus menutup aurat serta suci dari hadast dan najis.

Firman Allah SWT tentang thawaf:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Artinya:

“Dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29)

Sa’i, merupakan rukun haji yang keempat, dimana jamaah haji diharuskan untuk berlari- lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Nabi Muhammad SAW bersabda:

اسْعَوْا إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْىَ

Artinya:

“Lakukanlah sa’i karena Allah mewajibkan kepada kalian untuk melakukannya.” (HR. Ahmad 6: 421. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

Saat melakukan sa’i haruslah dimulai dari Bukit Shofa dan diakhiri di Bukit Marwah. Sesampainya di Bukit Shofa, maka lafadz yang diucapkan adalah sebagai berikut:

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ

Artinya:

“Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar-syi’ar Allah.” (HR. Ahmad, Muslim dan An Nasa’i)

Dan ketika naik ke bukit Shofa, menghadap kiblat dan membaca:

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ , أَللهُ أَكْبَرُ عَلَى ماَ هَداَناَ وَالحَمْدُ ِللهِ عَلَى ماَ أَوْلاَناَ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ . لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزاَبَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِياَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

Artinya:

“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar, atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Alloh atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu, Tiada Tuhan Selain Alloh Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya, Tidak ada Tuhan selain Alloh dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan (ikhlas) kepatuhan semata kepada-Nya,  walaupun orang- orang kafir membenci.

Kemudian, turun dari Bukit Shofa menuju Bukit Marwah. Ketika mendekati bukit Marwah, bacalah doa berikut ini:

إِنَّ الصَّفاَ وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَآئِرِ اللهِ , فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِاعْتَمَرَ فَلاَجُناَحَ عَلَيْهِ أَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِماَ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللهَ شاَكِرٌ عَلِيْمٌ

Artinya:

“Sesungguhnya safa dan marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah ataupun berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. dan barang siapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha menerima kebaikan dan Maha Mengetahui.”

Tahallul, adalah rukun haji yang terakhir. Tahallul adalah suatu keadaan dimana semua jamaah haji dihalalkan atau diperbolehkan melakukan hal- hal yang sebelumnya dilarang.

Pada umumnya, tahallul ditandai dengan mecukur sebagian atau seluruh rambut di kepala atau menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut. Firman Allah SWT dalam Al-quran:

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat”. (Al-Fath:27)

Ada dua macam tahallul:

Pertama adalah tahallul awal, yaitu melepaskan diri dari larangan ihram, setelah melakukan dua dari tiga amalan berikut ini:

  1. Melontar jumrah aqobah
  2. Thawaf ifadhah dan sa’i
  3. Tahallul dengan bercukur

Kedua adalah tahallul akhir (Tsani), yaitu suatu keadaan dimana seseorang yang telah melakukan tiga amalan berikut:

  1. Melempar jumrah aqobah
  2. Bercukur
  3. Thawaf ifadhah dan sa’i

Dan apabila seseorang telah melakukan tahallul akhir, itu artinya ia telah terbebas dari semua larangan yang dilarang selama ihram.

Demikianlah bahasan tentang rukun haji dan penjelasannya. Semoga bahasan bisa bermanfaat dan menjadi panduan bagi kita semua, terutama bagi Anda yang akan segera berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji. Wallahu’alam bi shawab.

5,171 Comments

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *