Home » Arsip » Masjid Uqbah Bin Nafi’: Salah Satu Bukti Perkembangan Islam di Afrika Utara
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Sajadah Beli
Kerudung Beli
Souvenir Beli
Artikel

Masjid Uqbah Bin Nafi’: Salah Satu Bukti Perkembangan Islam di Afrika Utara

Great.Mosque.of.Kairouan.original.35948

Masjid Uqbah Bin Nafi’ Sebagai Pintu Gerbang Masuknya Islam di Afrika Utara

Masjid Uqbah bin Nafi adalah salah satu situs paling bersejarah yang terletak di sebalah timur laut wilayah medina kota Kairouan, Tunisia. Masjid ini menjadi salah satu bukti sejarah perkembangan islam di Afrika Utara yang dibangun oleh seorang panglima perang dan juga seorang sahabat Rosulullah SAW, yaitu Uqba bin Nafi.

Masjid yang berjarak 116 kilometer dari kota Tunis ini dibangun pada tahun 670 M tidak lama setelah kedatangan muslim Arab ke Afrika Utara dan pernah hancur tidak berbentuk saat peristiwa penyerbuan suku Beber atas Kairouan dibawah pimpinan Kusaila. Tak lama kemudian, masjid ini dibangun kembali oleh Hasan bin Nu’man al-Ghassanid pada tahun 703 M. Dan seiring perkembangan zaman, bangunan suci ini diperluas dan mengalami beberapa perubahan signifikan.

Tampak luar bangunan ini sekilas terlihat seperti sebuah benteng. Namun saat masuk ke bagian dalam masjid, kita akan melihat kemegahan secara utuh dimana terdapat 400 pilar tua dengan bentuk lengkungan dan menara besar yang mengesankan. Menara tersebut dibangun oleh Ziadet pada tahun 836 M dengan tinggi sekitar 31.5 meter dan menjadi model menara di dunia islam barat karena arsitekturnya yang khas. Dengan tampilan yang kokoh dan dekorasi yang indah, menara dan masjid Uqba bin Nafi ini tampil sebagai strutur yang harmoni dan menakjubkan.

Masjid ini terbuka untuk umum, tak terkecuali umat non-muslim. Umat muslim dapat memasuki bangunan masjid ini melalui sembilan pintu gerbang yang berbeda. Sedangkan untuk pengunjung non-muslim hanya diperbolehkan masuk melalui satu pintu gerbang utama dan harus berpakaian sopan.

Cukup membayar tiket masuk seharga TD4,2 atau sekitar Rp. 30.000 maka Anda bisa menjalajahi salah satu bangunan islam tertua di Afrika Utara. Masjid ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 14.00 waktu setempat.