Home » Arsip » Pengertian Sa’i
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Artikel

Pengertian Sa’i

pengertian sai

Pengertian Sa’i Serta Amalan Wajib dan Sunnah yang Harus Dilakukan Pada Waktu Menjalankannya

Apa itu Sa’i? Apa hukum dari melaksanakan sa’i? Apabila ditinggalkan, apakah berdampak pada sah tidaknya ibadah haji atau umrohnya seseorang? Amalan apa saja yang termasuk kedalam wajib dan sunnah sa’i? Kami akan mencoba menjawabnya lewat pembahasan tentang “pengertian sa’i; wajib dan sunnah yang harus dilakukan pada waktu menjalankannya”.

Pengertian Sa’i

Sa’i adalah salah satu amalan haji yang wajib dilakukan oleh jamaah haji, dan apabila ditinggalkan maka ibadah haji yang dilakukannya tidaklah. Sa’i dilakukan dengan cara berlari-lari kecil diantara bukit Shafa dan Bukit Marwah. Amalan rukun haji ini menggambarkan bagaimana perjuangan Siti Hajar yang sedang mencari air untuk anaknya, yaitu Nabi Ismail. Beliau berlari diantara bukit Shafa dan Marwah demi mendapatkan air untuk anaknya. Dan pada saat itu, Allah SWT menurunkan pertolongan kepada mereka, dengan memancarkan mata air. Mata air tersebut dikenal dengan sebutan air Zam-zam.

Berikut ini adalah dalil yang menunjukan bahwa sa’i merupakan amalan yang wajib dilakukan oleh jamaah haji;

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah ayat: 158).

Rosulullah SAW bersabda:

(قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ : اسْعَوْا فَإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ السَّعْيَ  (وروى الدارقطني ، البيهقي حديث حسن

Artinya:

“Wahai manusia bersa’ilah kamu, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kamu” (HR Ad-Dar qutni, Al-Baihaqi, hadits hasan).

Wajib Sa’i

  • Sa’i dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah.

Rasulallah saw bersabda:

(لِمَا صَحَّ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ (رواه مسلم

Artinya:

“Aku memulai dari apa yang Allah memulai darinya”  (HR Muslim). [Yaitu Allah memulai dengan kata Shafa baru setelah itu Marwah.]

  • Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali putaran. Perjalanan dari bukit Shafa ke bukit Marwah dihitung satu kali. Dan dari bukit Marwah ke bukit Shafa dihitung satu kali.

Rosulullah SAW bersabda:

(عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سَعَى سَبْعًا بَدَأَ بِالصَفَا وَ فَرَغَ عَلَى المَرْوَةِ (رواه مسلم

Artinya:

“Sesuai dengan hadits dari Jabir ra, sesungguhnya Rasulallah saw sa’i sebanyak tujuh kali dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah (HR Muslim)”.

  • Sa’i dilakukan usai menjalankan thawaf ifadhah atau thawaf qudum.

Rosulullah SAW bersabda:

(لِمَا رُوِىَ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ سَعَى بَعْدَ الطَّوَافِ وَقَالَ: لِتَأْخُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ (رواه مسلم

Artinya:

“Sesungguhnya Rasulallah saw sa’i setelah thawaf, lalu bersabda: “Ambilah manasik hajimu dan umrahmu dari aku” (HR Muslim).”

Sunnah Sa’i

  • Naik ke bukit Shafa dan kemudian menghadap kiblat, sambil membaca:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه

Rosulullah SAW bersabda:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ بِالصَّفَا فَرَقِيَ عَلَيْهِ حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ.. فَفَعَلَ عَلَى الْمَرْوَةِ كَمَا فَعَلَ عَلَى الصَّفَا (رواه مسلم )

Artinya:

“Dari Jabir ra, katanya: Sesungguhnya Nabi saw memulai dari Shofa lalu naik ke atasnya sampai melihat baitullah. Kemudian beliau berbuat di atas Marwah yang beliau perbuat di atas Shofa.” (HR Muslim)

  • Memperbanyak doa dan dzikir

Rosulullah SAW bersabda:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ فَرَقِيَ عَلَيْهِ حَتَّى رَأَى الْبَيْتَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ ، فَوَحّدَ الله وكبّرهُ وقال: ” لا إله إلا الله وحْدَهُ لا شريك لهُ، لـهُ المُلْكُ ولـه الحمدُ وهُوَ على كُلِّ شيءٍ قديرٌ، لا إله إلا الله أَنجزَ وَعْدهُ، ونصر عبْدَهُ، وهَزَمَ الأحزابَ وحْدَهُ ” ثم دعا بين ذلك ثلاث مرَّاتٍ، ثم نزل من الصَّفَا إلى المرْوَةِ

Artinya:

“Dari Jabir ra, katanya: Sesungguhnya Nabi saw. mulai dari Shofa lalu naik ke atasnya sampai melihat baitullah lalu menghadap kiblat. Lalu membaca kalimat tauhid dan takbir dan mengucap:

” لا إله إلا الله وحْدَهُ لا شريك لهُ، لـهُ المُلْكُ ولـه الحمدُ وهُوَ على كُلِّ شيءٍ قديرٌ، لا إله إلا الله أَنجزَ وَعْدهُ، ونصر عبْدَهُ، وهَزَمَ الأحزابَ وحْدَهُ ”

artinya:

“Lalu berdoa diantara itu lalu mengucap seperti bacaan itu tiga kali. Kemudian turun ke Marwah.” (HR Bukhari Muslim).

  • Berlari kecil ketika sampai pada batas Mailain

Berjalan kaki di permulaan dan akhir  sa’i, baik dari Shafa ke Marwah atau dari Marwah ke Shafa. Lalu berlari kecil ketika sampai pada batas ”Mailain” yaitu batas dimana disunahkan untuk berlari kecil. Batas tersebut sekarang telah ditandai dengan dua lampu hijau atau disebut juga “pilar hijau”.  Jika masuk pada batas garis tersebut disunnahkan raml atau harwalah (lari kecil).

Rosulullah SAW bersabda:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي حَدِيْثِهِ الطَوِيْلِ قِالِ : ثُمَّ نَزَلَ إِلَى الْمَرْوَةِ حَتَّى إِذَا انْصَبَّتْ قَدَمَاهُ فِي بَطْنِ الْوَادِي سَعَى حَتَّى إِذَا صَعِدَتَا مَشَى حَتَّى أَتَى الْمَرْوَةَ فَفَعَلَ عَلَى الْمَرْوَةِ كَمَا فَعَلَ عَلَى الصَّفَا

Artinya:

“Sesuai dengan hadits yang panjang dari jabir ra “Terus beliau (Rasulallah saw) turun dari Shofa berjalan menuju Marwah. Sesampai di tengah wadi beliau berlari kecil. Lalu berjalan biasa ketika naik ke Marwah. Ketika sampai di Marwah beliau berbuat seperti di atas Shofa” (HR Muslim).

Demikian pembahasan tentang pengertian sa’i serta wajib dan sunnai sa’i yang harus dikerjakan oleh jamaah haji atau umroh. Semoga bermanfaat!

Wallahu A’lam Bishawab