Home » Arsip » Pengertian Ibadah Umrah Dan Hukum Melaksanakannya
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Artikel

Pengertian Ibadah Umrah Dan Hukum Melaksanakannya

pengertian haji dan hukumnya

Pergi ke Tanah Suci guna menjalankan ibadah haji atau umrah adalah cita-cita setiap orang muslim. Namun sebelum itu, ada baiknya bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu pengertian umrah dan hukumnya. Berikut kami jelaskan pengertian ibadah umrah dan hukum melaksanakannya.

Pengertian Ibadah Umrah

Umrah merupakan salah satu ibadah yang dijalankan oleh umat muslim yaitu dengan cara berkunjung dan melaksanakan beberapa ritual umrah di Tanah Suci Makkah, terutama di Masjidil Haram. Umrah juga seringkali disebut haji kecil (Hajjul Ashghar) karena pelaksanaannya yang lebih sederhana dibandingkan dengan pelaksanaan ibadah haji.

Salah satu hal yang membedakan ibadah umrah dan haji yaitu dari segi waktu. Ibadah umrah bisa dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Lain halnya dengan ibadah haji yang hanya bisa dilakukan sekali dalam satu tahun yaitu pada bulan haji, bulan Dzulhijjah.

Dalam pelaksanaannya, ibadah umrah dilakukan dengan melakukan beberapa ritual atau yang sering disebut dengan rukun umrah. Berikut ini adalah rukun ibadah umrah:

Pertama adalah ihram. Ihram adalah niat untuk memulai ibadah umrah. Rukun ini wajib dilakukan oleh semua orang yang akan melaksanakan ibadah umrah sebelum miqat dan diakhiri dengan tahallul. Dan apabila ditinggalkan maka ibadah umrah yang dijalankannya tidaklah sah.

Berikut adalah niat umrah:

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا للهِ تَعَالى

Artinya:

“Aku niat haji dengan berihram karena Allah ta’ala.”

Kedua adalah thawaf. Thawaf adalah salah satu ritual ibadah umrah yang dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Kegiatan ini diawali dan diakhiri sejajar dan searah dengan Hajar Aswad.

Ketiga adalah sa’i. Sa’i merupakan salah satu rukun ibadah umrah yang dilakukan dengan cara berjalan atau lari-lari kecil dari bukit Safa sebanyak tujuh kali dan berakhir di bukit Marwah.

Dan keempat adalah tahallul, yaitu diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang yang sedang melakukan ibadah umrah dari hal- hal yang dilarang selama ihram.

Dalam perakteknya tahallul dilakukan dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala atau menggunting sekurang- kurangnya tiga helai rambut, terutama bagi wanita. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat”. (Al-Fath:27)

Keempat rukun umrah diatas haruslah dilakukan secara berurutan. Dan apabila tidak berurutan maka ibadah umrah yang dilakukannya tidak sah.

Hukum Melaksanakan Ibadah Umrah

Hukum ibadah umrah adalah wajib terutama bagi mereka yang mampu. Dan sunnah bagi mereka yang sudah menjalankannya untuk yang kedua kali. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-quran:

واتموا الحج والعمرة لله

 “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” ( Q.S. Al-Baqarah : 196).

Demikian penjelasan tentang pengertian ibadah umrah beserta hukum menjalankannya. Semoga bermanfaat!

 

Products you may be interested in;