Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Berita Haji & Umrah

Oknum Calo Layanan Haji Terapkan Harga Gila-Gilaan

Jamaah Diminta Waspada akan Calo Layanan Haji di Tempat Ibadah

Prosesi pelaksanaan haji kerapkali dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Seperti menawarkan jasa pelayanan dorong kursi roda dan badal haji, dengan tarif yang tidak normal. Jauh di atas tarif resmi. Untuk itu jamaah diminta selalu waspada.

Oknum calo kadang menggunakan surat ‘sakti’ Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, bupati tertentu, dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Padahal surat itu sebetulnya tidak pernah ada.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menegaskan pihaknya tidak mengeluarkan surat apapun terkait dengan pelayanan haji. Penegasan ini disampaikan Pejabat Fungsional Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Umar Badarsyah saat dikonfirmasi tentang adanya pengakuan oknum mukimin yang mendapat surat pengantar dari KJRI Jeddah.

“Kami imbau jemaah untuk tidak termakan bujukan para calo terutama yang mengaku bahwa mereka mendapat rekomendasi surat keterangan baik dari PPIH maupun KJRI,” ujar Umar Badarsyah seperti dilansir laman Kemenag.

“Kami menegaskan bahwa KJRI apalagi Konsul Jenderal tidak pernah mengeluarkan surat apapun, kepada siapapun, terkait pelayanan haji,” sambungnya.

Umar mengimbau, kalau jemaah haji Indonesia didekati oleh orang-orang lokal, baik mukimin Indonesia atau dari negara lain yang kebetulan mampu berbahasa Indonesia dan mengaku memiliki surat resmi, harap untuk berhati-hati dan tidak mengindahkan hal tersebut.

“Tetap pada groupnya. Ikuti saja pimpinan rombongan maupun panitia yang resmi. Panitia resmi bisa dibedakan dengan pakaian dan tanda pengenal yang mereka gunakan,” ujarnya.

Hingga saat ini petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Mekah menemukan sejumlah oknum mukimin di pemondokan jemaah haji Indonesia yang menawarkan jasa dorong kursi roda untuk tawaf (mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali) serta sai (jalan kaki dan berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah). Ada yang memasang tarif 600 riyal (1 riyal setara Rp 3.500). Bahkan ada yang tarifnya 1.000 riyal. Padahal resminya hanya 200 riyal atau Rp 700 ribu.

Selain itu, ada calo yang menawarkan badal haji (mewakilkan haji). Tarif normal berkisar 1.500 riyal, tapi calo memasang tarif 2 kali lipat. Bahkan lebih.