Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Merpati Megan Di Kota Suci, Burung Yang Dipelihara Istri Rasulullah

Bagi Anda yang sudah pernah pergi haji atau umroh, pasti tahu bahwa ada banyak burung merpati di sekitar Masjidil Haram Mekah maupun Masjid Nabawi Madinah. Jumlah burung tersebut ribuan dan hidup bebas. Sebagian orang percaya burung-burung tersebut merupakan keturunan peliharaan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad saw.

Dari sisi fisik, merpati Aisyah tidak berbeda dengan burung pada umumnya. Sama halnya dengan burung merpati yang sering kita jumpai di Indonesia. Warnanya biru laut cenderung gelap. Banyak orang menyebutnya warna megan.

Merpati Aisyah biasa beterbangan di tanah lapang beraspal arah pintu 21 atau Pintu Raja Fahd Masjid Nabawi. Juga ada di pemakaman baqi yang berada di sebelah timur masjid. Bisa jadi merpati di kedua tempat ini burung yang sama. Mereka muncul hampir bersamaan dengan aktivitas ibadah jemaah.

1

Sumber: wikimedia

Pada saat jemaah keluar dari masjid dari Pintu King Fahd, merpati Aisyah satu komando beterbangan dari atap hotel-hotel mewah dan turun ke trotoar lapang. Merpati Aisyah seakan mengerti bahwa jemaah hendak melemparkan makanan. Dan benar saja, beberapa jemaah membeli biji-bijian dari beberapa anak kecil penjual makanan burung, kemudian menaburkan ke trotoar.

Karena sudah biasa dengan manusia, merpati Aisyah seakan tak takut jikalau dirinya bakal ditangkap atau disakiti. Sebab dalam ajaran Islam, menyakiti hewan tidak diperbolehkan. Apalagi di Tanah Suci dan hewan tersebut dipercaya berkaitan dengan Nabi Muhammad seperti merpati Aisyah. Bahkan ajaran Islam sendiri meminta kepada manusia agar berkasih sayang kepada hewan. Karena itulah, merpati Aisyah berkembang biak dengan subur di tanah suci. Di sekitar Masjid Nabawi sendiri, jumlah merpati Aisyah hampir tak terhitung. Setiap hari merpati selalu mudah ditemui dan tak malu bercengkrama dengan manusia.

2

Sumber: http://discovery.cathaypacific.com

Lalu benarkah merpati Aisyah telah ada sejak lama?
Jikalau kita mencoba untuk membuka cakrawala dari lembar-lembar sejarah, bagaimana kisah seorang Khalilullah Ibrahim as yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih seekor burung, kemudian bagian-bagian burung yang telah disembelih dan dipotong-potong serta diberikan tanda itu diletakkan secara terpisah pada bukit-bukit yang mengitari lembah Bakkah (Makkah). Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as untuk memanggil burung tersebut, maka dengan izin Allah SWT, burung tersebut hidup kembali dan datang kepada Nabi Ibrahim as.

Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah surat Al-Baqarah, Ayat: 260:
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati”. Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera”.

Dalam riwayat lain dikisahkan bahwa burung yang disembelih oleh Nabi Ibrahim as pada saat itu adalah burung merpati.

Sahdan, hingga saat ini masih belum ada penelitian yang mengungkap tentang burung merpati megan tersebut apakah benar burung keturunan merpati peliharaan Siti Aisyah ra. Namun bukan asal-usul yang justru diperdebatkan, yang terpenting dan lebih utama adalah burung-burung merpati tersebut mampu memberi nuansa tersendiri di tengah terik sengatan matahari padang pasir di celah belantara beton dua Tanah Haram (Makkah al-Mukarramah dan Madinaturrasul).