Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
ibadah

Menjemput Malam Lailatul Qadar Pada 10 Terakhir Ramadhan

moon

Sahabat Infohaji, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44]:3-4)

Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang dirindukan oleh umat muslim. Pada malam tersebut akan mendapat pahala beribadah selama 1000 bulan. Maka biasanya pada 1 malam ganjil pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan (Malam ke 21, 23, 25, 27, atau 29), umat muslim akan memaksimalkan ibadah mereka dengan beritikaf atau berdiam diri di masjid, berdzikir dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Selain itu, Malaikat-malaikat akan turun mengatur segala urusan.

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97]:3-5)

Pada malam itu pula Allah akan membuka pintu ampunan dosa. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Lantas, masihkah Anda rela melewati malam Lailatul Qadar?

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita bersemangat dalam menelusuri suatu malam yang memiliki keistimewaan seperti ini. Apalagi malam Lailatul Qadar hanya terjadi setahun sekali pada bulan Ramadhan.

Nabi Muhammad SAW saja bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan amalan-amalan melebihi waktu lainnya. Sebagaimana yang istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah RA pernah katakan:

يَجْتَهِدُفِىالْعَشْرِالأَوَاخِرِمَالاَيَجْتَهِدُفِىغَيْرِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Aisyah RA juga berkata:

كَانَالنَّبِىُّ – صلىاللهعليهوسلم – إِذَادَخَلَالْعَشْرُشَدَّمِئْزَرَهُ،وَأَحْيَالَيْلَهُ،وَأَيْقَظَأَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Maka sebagai umat muslim yang baik dan taat, sudah seharusnya kita mengikuti apa saja yang dilakukan Nabi Muhammad SAW di sepertiga malam terakhir bulan ramadhan, agar kita lebih dekat dengan Allah SWT dan memperoleh kemuliaan atau keutamaan malam Lailatul Qadar.

Lantas apa saja sih yang harus dilakukan untuk menjemput malam Lailatul Qadar?

1. Mengerjakan Sholat Isya’ dan Subuh Berjamaah

Di malam lailatul qadar sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, paling tidak adalah mengerjakan sholat isya’ dan shubuh secara berjamaah.

Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa shalat maghrib dan Isya secara berjamaah sehingga habis bulan Ramadhan maka sungguh ia telah mendapat bagian yang banyak dari lailatul qadar.” [HR. Imam Baihaqy]

2. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Quran

Namun bagi sebagian orang yang tidak mampu untuk beribadah sepanjang malam, dianjurkan untuk memperbanyak membaca dzikir dan membaca ayat-ayat Al-Quran, seperti ayat kursi, akhir surat al-Baqarah, surat al-Zalzalah, al-Kafirun, surat al-Ikhlash, surat Yasin karena semua ayat-tersebut memiliki fadhilah yang besar sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.

3. Memperbanyak Istighfar

Dianjurkan juga untuk memperbanyak membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat kepada Nabi SAW, dan berdoa untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. [Hasyiah Shawy `ala Jalalain jilid 4 hal 455]

Sebagian dari ulama menyebutkan: “Barang siapa shalat pada malam lailatul qadar shalat sunnah empat rakaat, setelah fatihah membaca surat at-Takatsur dan surat al-ikhlash 3 kali maka akan dimudahkan baginya sakratul maut, dan dihilangkan kan azab kubur dan diberikan empat tiang dari nur yang masing-masing  diatasnya ada seribu malaikat.” [Syeikh Daud al-Fathany, Jam`ul Fawaid hal 114]

Selain melakukan amalan-amalan di atas, ada juga doa yang dianjurkan pada saat malam Lailatul Qadar. Berikut doanya,

اَللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku

Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Aamiin, aamiin Ya Rabbal Alamiin