Home » Arsip » Macam-Macam Thawaf
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Zam-zam

Mulai dari Rp. 30.000

Beli
Kurma

Mulai dari Rp. 13.000

Beli
Oleh-oleh Haji

Mulai dari Rp. 17.000

Beli
Artikel

Macam-Macam Thawaf

macam-macam-thawaf

Macam-Macam Thawaf Saat Melaksanakan
Ibadah Haji atau Ibadah Umroh

Thawaf adalah salah satu amalan yang wajib dilakukan oleh jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah haji atau umroh. Thawaf dilakukan dengan cara mengitari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Ketika jamaah haji hendak melakukan thawaf, haruslah diawali dengan niat. Dalam niat tersebut, jamaah haji dianjurkan untuk menyebutkan jenis thawaf yang hendak dilakukannya. Berikut ini adalah penjelasan tentang macam-macam thawaf: Thawaf Ifadah, Thawaf Qudum, Thawaf Wada’, dan Thawaf Sunnah.

Thawaf Ifadhah (Thawaf Rukun)

Thawaf ifadah merupakan amalan dan termasuk kedalam rukun haji yang harus dilakukan. Dan apabila tidak mengerjakan thawaf ini, maka ibadah haji yang dilakukannya tidak sah. Berikut ini adalah dalil yang menyatakan bahwa thawaf ifadhah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah haji:

Allah Ta’ala berfirman,

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29).

Rosulullah SAW juga menjelaskan dalam hadist berikut:

عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَىٍّ زَوْجَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – حَاضَتْ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « أَحَابِسَتُنَا هِىَ » . قَالُوا إِنَّهَا قَدْ أَفَاضَتْ . قَالَ « فَلاَ إِذًا »

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Shofiyyah binti Huyai -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah mengalami haidh. Maka aku menyebutkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata, “Apakah berarti ia akan menahan kita?” Mereka berkata, “Dia sudah melakukan thawaf ifadhah.” Beliau bersabda, “Kalau begitu dia tidak menahan kita“. (HR. Bukhari no. 1757 dan Muslim no. 1211).

Thawaf Qudum (Thawaf Pembukaan atau Thawaf Selamat Datang)

Thawaf qudum adalah thawaf pembukaan atau thawaf selamat datang. Thawaf ini dilakukan oleh jamaah haji saat pertama kali menginjakan kakinya di Tanah Suci.  Hal ini sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi. Pada saat memasuki Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW melakukan thawaf terlebih dahulu. Hal ini dilakukan sebagai pengganti sholat Tahiyyatul Masjid, dan sebab itulah thawaf ini juga sering disebut Thawaf Masjidil Haram.

Hukum thawaf ini adalah sunnah, jadi boleh dilakukan atau ditinggalkan. Maka apabila ditinggalkan, ibadah haji atau umroh yang sedang dilakukannya tetap sah, karena thawaf qudum ini tidak diwajibkan bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji atau umroh.

Thawaf ini boleh disambung dengan sa’i. Apabila disambung, maka sa’inya sudah termasuk sa’i haji. maka dari itu pada saat menjalankan thawaf ifadah jamaah haji tidak perlu lagi melakukan sa’i. Ketika melakukannya, disunatkan untuk menyelendangkan pakaian ihram bagian atas dibawah ketiak lengan kanan dan ujungnya diatas pundak kiri. Dan apabila memungkinkan, usap dan cium Hajar Aswad. Apabila tidak memungkinkan, maka cukup dengan memberikan isyarat dari kejauhan, seraya membaca:

اللَّهُمَّ إِيمَاناً بِكَ ، وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ ، وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ ، وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عليه وسلم

Artinya:

“Ya Allah, dengan keimanan kepadaMu, membenarkan kitabMu, menepati janji kepadaMu, serta mengikuti sunah nabiMu shallallahu alaihi wa sallam.”

Hal ini dijelaskan dalam dalil berikut ini:

(أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ عَلَى بَعِيرٍ ، كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ فِي يَدِهِ وَكَبَّرَ (رواه البخاري، رقم 1632

Artinya:

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melakukan thawaf di Baitullah di atas ontanya. Setiap kali melewati Hajar Aswad, beliau memberikan isyarat dengan sesuatu yang ada di tangannya seraya bertakbir.” (HR. Bukhari, no. 1632)

Thawaf Wada’ (Thawaf Perpisahan)

Thawaf wada’ dilakukan ketika jamaah haji hendak meninggalkan kota Mekkah usai menjalankan semua ritual ibadah haji atau umroh.

Hukum thawaf wada’ adalah wajib, dan apabila tidak dikerjakan maka wajib membayar dam. Bagi mereka yang belum melakukannya, belum boleh meninggalkan Mekkah. Dan bagi mereka yang sudah mengerjakan maka tidak diperbolehkan lagi tinggal di Masjidil Haram.

Berikut ini adalah dalil yang menjelaskan bahwa thawaf wada’ itu hukumnya wajib. Rosulullah SAW bersabda:

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ ، إِلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْحَائِضِ

“Orang-orang diperintahkan agar menjadikan akhir dari perjalanan haji mereka adalah thawaf di Ka’bah Baitullah. Namun perintah ini diringankan bagi para wanita yang sedang mengalami haidh.”

(HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328)

Thawaf Sunnah (Thawaf Tathawwu)

Thawaf sunnah adalah thawaf yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa. Thawaf ini bisa dilakukan kapan saja. Apabila dilakukan saat memasuki Masjidil Haram, maka thawaf tersebut berfungsi sebagai pengganti sholat Tahiyatul Masjid. Thawaf ini juga sering disebut dengan thawaf tathawwu.

Demikian penjelasan tentang macam-macam thawaf. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan pedoman bagi Anda yang hendak berangkat ke Tanah Suci untuk menjalankan salah satu kewajiban dari Allah SWT, yaitu ibadah haji. Wallahu’alam bi shawab.

Kismis

Mulai dari Rp. 27.000

Beli
Buah Tin

Mulai dari Rp. 20.000

Beli
Kacang Pistachio

Mulai dari Rp. 25.000

Beli