Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Kisah Lucu: Jemaah Haji Ini Bawa Palu Untuk Pasang Jemuran

Utama

Ada saja kisah jemaah haji yang menggelitik publik. Meski sudah hampir setiap tahun disosialisasikan tentang barang yang dilarang dibawa oleh jemaah haji, tetap saja ada jemaah yang tidak mematuhinya karena khawatir barang tersebut tidak bisa didapati di Arab Saudi.

Seperti yang terjadi saat kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, ini. Dua jemaah ini terpaksa harus tertahan untuk sementara di bandara lantaran kedapatan membawa barang yang dilarang.

Dikutip dari laman
http://haji.kemenag.go.id, jemaah tersebut adalah AM. jemaah haji kloter JKG 33 yang ditahan pagi hari lantaran membawa senter charge. Dia akhirnya dilepaskan usai membayar denda 400 riyal Saudi, atau setara Rp 1,4 juta. Tentu bukan nilai yang kecil. Meski begitu, AM juga harus merelakan barang miliknya untuk ditahan.

Pada hari yang bersamaan, ada juga jemaah asal Tegal, Jawa Tengah, yang kedapatan ditahan oleh otoritas bandara karena membawa palu di dalam tasnya. Alasannya, jemaah haji yang bersangkutan akan menggunakan palu tersebut untuk memasang tali jemuran. Maklum, tidak ada fasilitas menjemur pakaian saat berada di hotel.

Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat meminta semua jemaah mematuhi regulasi penerbangan internasional. Sehingga, jemaah tidak perlu membawa barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan ibadah haji.

Rendahnya pemahaman para jemaah haji ini dimungkinkan karena faktor pendidikan. Sebab sampai sejauh ini masih saja ditemukan adanya pelanggaran peraturan. Termasuk diantaranya peraturan mengenai benda-benda yang tidak boleh dibawa ke pesawat.

Semua ketentuan mengenai barang-barang yang tidak bisa diangkut ke dalam pesawat sudah diatur oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) yang berlaku secara internasional. Jika memang Anda terpaksa ingin membawa benda-benda bermata pisau atau berujung tajam, Anda harus mengerti bahwa barang tersebut dibatasi.

Adapun barang tersebut adalah kapak, busur panah, alat pendaki, tombak, pemecah es, semua jenis pisau (pisau lipat, pisau saku, pisau bedah, pisau pemotong daging), parang, pedang, keris, silet, gunting, shuriken, alat-alat perkakas (bor, cutter, gergaji, palu, obeng), dan benda lainnya yang berujung tajam.

Jika Anda membawa benda-benda yang telah disebutkan di atas, usahakan untuk melapor pada petugas di konter Check-in di bandara. Sebab setiap benda tajam yang termasuk dalam bagasi terdaftar harus dibungkus dengan aman untuk mencegah cedera pada petugas bagasi.