Home » Arsip » Kenapa Jamaah Umroh Harus Mendapat Vaksin Meningitis?
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Kismis

Mulai dari Rp. 27.000

Beli
Buah Tin

Mulai dari Rp. 20.000

Beli
Kacang Pistachio

Mulai dari Rp. 25.000

Beli
Artikel Informasi Penting

Kenapa Jamaah Umroh Harus Mendapat Vaksin Meningitis?

vaksin meningitis

Sebagai salah satu derah endemik penyebaran virus meningitis, pada tahun 2006 Pemerintah Arab Saudi telah mewajibkan vaksin meningitis bagi seluruh jamaah haji atau umroh dari negara mana pun, baik yang endemik maupun tidak. Termasuk jamaah haji dan umroh yang berasal dari Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagi bentuk perlindungan dan pencegahan bagi semua jamaah agar terhindar dari resiko tertular meningitis meningococcus, yaitu suatu infeksi yang terjadi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Dimana keduanya merupakan organ penting dalam menunjang kehidupan seseorang. Apabila keduanya terserang virus atau bakteri, dampak yang akan terjadi sangat fatal sehingga akan mengancam keselamatan jiwa.

Kebanyakan kasus meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, atau jamur Meningococcus  yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Penyebaran terjadi melalui udara. Dari udara kemudian masuk ke dalam tenggorokan, lalu ke darah dan bisa mencapai otak sehingga mengakibatkan radang selaput otak dikarenakan kerusakan pada kendali gerak dan pikiran.

Gejala meningitis yang utama adalah nyeri kepala, leher kaku, kulit kemerahan, kesadaran menurun dan kejang-kejang. Pada awalnya penyakit ini hanya menimbulkan gejala ringan mirip flu namun dengan cepat bisa menjadi berat. Tidak hanya pada orang dewasa, virus ini juga bisa menyerang anak-anak. Adapun gejala yang muncul pada anak-anak hanya menunjukan gejala non spesifik seperti mudah marah dan sering mengantuk serta terdapat ruam merah jika meningitisnya disebabkan oleh bakteri meningococcus.

Pemberian vaksin meningitis biasanya dilakukan antara 10-14 hari sebelum keberangkatan. Itu adalah masa paling efektif pemberian vaksin karena pada saat pemberangkatan, antibodi sedang terbentuk dengan kuat. Ketika antibodi sudah kuat, potensi tertular atau sekadar sebagai pembawa meningitis pun bisa ditekan. Masa inkubasi meningitis sendiri terbilang singkat, yaitu 2-10 hari, yang bisa menyebabkan kematian, bahkan ketika sudah terdeteksi dan mendapatkan perawatan.

Sama halnya seperti vaksin lainnya, ketika mendapat vaksin meningitis maka Anda akan merasakan efek samping yang sering timbul seperti:

  • Terdapatnya pendarahan setelah menerima vaksin meningitis. Hal seperti ini sangat jarang terjadi dan tergolong efek samping yang serius. Selain itu, terdapat memar dibawah kulit juga menunjukan terjadinya pendarahan internal. Jika kondisi seperti itu tidak berhenti, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
  • Terjadinya demam ringan usai divaksin merupakan salah satu efek samping yang wajar dan selalu terjadi pada setiap orang yang baru saja menerima vaksin atau imunisasi. Demam akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
  • Selain itu, perasaan lemah dan tidak biasa kerap muncul pada seseorang usai menerima vaksin meningitis. Biasanya rasa lemah diikuti oleh pegal pada bagian tempat terjadinya injeksi. Lemah dapat terjadi hingga beberapa minggu, namun kasus seperti itu jarang terjadi.
  • Efek samping lain yang kerap muncul adalah rasa gatal, kemerahan dan terdapat benjolan/ bengkak di area tempat injeksi vaksin. Untuk mengurangi efek samping seperti ini, anda dapat menyediakan sekantong es batu untuk di kompres pada bagian yang bermasalah. Namun jika sakit dan bengkak tidak kunjung reda, segera hubungi dokter untuk diagnose lebih lanjut.

Setelah melakukan vaksinasi meningitis Anda akan mendapatkan kartu ICV (International Certificate of Vaccination), sebagai salah satu syarat memperoleh visa.