Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Berita Haji & Umrah

Jelang dan Pasca Wukuf Pemberian Konsumsi  Diberhentikan

haji

Lima hari menjelang dan pasca puncak Wukuf di Arafah, pemberian makanan kepada jamaah haji Indonesia di Makkah diberhentikan. Salah satu alasannya adalah karena terkendala oleh faktor distribusi. Meski demikian, Mentri Agama Lukman Hakim tidak lepas tangan begitu saja, beliau akan terus mencari solusi agar pasokan katering tidak terhenti.

“Ini yang terus kita pikirkan. Persoalannya, ini terhenti karena persoalan distribusi makanan jadi bukan karena ketidakmampuan menyediakan makanan, tapi mendistribusikan makanan,” kata Lukman di pemondokan 624 kawasan Syisyah, Mekkah, Arab Saudi, Kamis.

Sebagaimana yang telah diketahui, tahun ini adalah tahun perdana dimana jamaah haji Indonesia mendapatkan katering sebanyak dua kali sehari yaitu makan siang dan malam. Namun, menjelang puncak haji pemberian katering tersebut diberhentikan. Sebagai gantinya setiap jamaah memperoleh uang biaya hidup (living cost) sebilai 1.500 riyal.

Jamaah baru memperoleh makan kembali setelah tiba di Arafah. Untuk fase Arafah, Muzdalifah dan Mina jamaah akan memperoleh 15 kali makan berat dan satu kali makanan ringan.