Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Inspiratif, Haji Tunanetra Ini Jadi Sorotan

Utama

Saat musim haji tiba, selalu saja ada banyak kisah penggugah jiwa. Mulai dari kaum papa, hingga mereka yang memiliki keterbatasan raga. Sebagaimana yang dialami oleh seorang kakek asal Lombok yang terlihat begitu semangat untuk menyempurnakan rukun Islam ke 5.

Saat Bus pengantar jemaah haji asal debarkasi Lombok kloter 9 merapat di pavilliun Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Ahad (9/9/2018) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Selain tas-tas tambahan yang terlihat mencolok, jemaah LOP-9 berdandan arabic style, bagi para jemaah laki-laki. Mereka mengenakan top putih dan sorban di kepala, yang sebagian dililitkan layaknya Pangeran Diponegoro.

Satu diantara mereka terlihat seorang lelaki setengah baya berkacamata hitam yang terus saja digandeng istrinya. Dia Supratman (50) dan Minarsik, istrinya. Saat ditanya dia mengaku sebagai tuna netra. Tidak jelas sejak kapan dia mengalami keterbatasan itu.

1

Sumber: Kemenag

“Meskipun saya ada keterbatasan tapi alhamdulillah semua rangkaian ibadah haji saya tidak ada yang tertinggal,” tegas Supratman didampingi adiknya bernama Winarsih sesaat istrinya pamit shalat sebagaimana dikutip di situs resmi Kementerian Agama.

“Semua dipandu istri saya,” imbuhnya. Dia juga tidak pernah merasa berat untuk beribadah meskipun kondisinya tidak sempurna.

“Semua saya kerjakan dengan baik tanpa kursi roda,” tutur Supratman yang ternyata berprofesi sebagai Guru Olahraga di SD N Kawo Lombok Tengah.

Supratman menuturkan saat tawaf dan sa’i dia terus berpegangan pada pundak teman agar tidak terpisah.

“Kalau di jamarat saya digandeng istri,” jawab Supratman dengan nada tegas.

Sementara menurut Winarsih (47) yang merupakan adik kandung Supratman, selama berhaji Supratman cukup mandiri.

“Kakak saya cukup mandiri seperti orang normal. Bahkan di rumah bisa perbaiki listrik sendiri,” ujar Winarsih yang juga merupakan seorang pengajar di Madrasah Ibtidaiyah.

Ada juga salah seorang jamaah yang tidak kalah semangat untuk menunaikan rukun islam yang kelima ini. Dia adalah Sukamat dan sang istri. Meski berusia 65 tahun dan mengalami kebutaan, Sukamat mengaku siap untuk pergi ke Tanah Suci. Berbagai peralatan sudah ia bawa siapkan jauh-jauh hari,
termasuk kursi roda yang akan digunakan untuk menunjang beribadah haji. Bahkan Sukamat sudah berniat untuk menyewa jasa pendorong kursi roda selama beribadah.

“Kakek itu nanti didampingi sama nenek terus sama ketua regunya. Paling nanti nyewa orang buat bantu dorong,” terang Anitasari, cucu dari Sukamat sebagaimana dikutip dilaman Liputan6.

Sukamat sendiri merupakan seorang tunanetra yang mendapatkan panggilan haji pada Agustus 2018 lalu. Keberangkatannya ini merupakan impian yang sudah dinanti sejak 9 tahun lamanya.