Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Berita Haji & Umrah

Ini Beberapa Denda yang Harus Dibayarkan saat Melanggar Wajib Haji

vocfm.co.za

Bagi seseorang yang sedang melakukan ibadah haji ataupun umrah tentulah ada larangan-larangan tersendiri yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Ketika seseorang melanggar larangan yang sudah ditetapkan oleh ketentuan syariat, maka seseorang diwajibkan untuk membayar dam atau denda atas perbuatan yang dilakukannya. Ada yang disebut fidyah atau tebusan, kafarah atau penghapusan dan hadyu atau pemberian.

Dam atau denda wajib dibayar oleh jamaah karena beberapa sebab, dilansir dari buku Disiplin Berhaji Menuju Haji Mabrur karya H A Tabrani Rusyan melalui liputan 6  sebab membayar dam diantaranya yaitu meninggalkan wajib haji atau umrah dan melanggar larangan ihram. Setiap yang melanggar maka harus membayar dam.

Dam sendiri memiliki tingkatan tersendiri bagi pelanggarannya. Berikut tingkatan pelanggaran beserta Dam yang harus dibayarkan:

1. Membunuh Binatang Buruan di Tanah Haram

Jika ada jamaah yang melakukan pemburuan lalu membunuh binatang tersebut, maka wajib baginya untuk membayar Dam dengan cara menyembelih binatang yang sama atau serupa atau bersedekah makanan kepada fakir miskin sebanyak binatang yang terbunuh atau berpusa dengan hitungan untuk 600 gram berat binatang tersebut maka diwajibkan puasa satu hari.

2. Berhubungan Badan (Jimaa)

Berhubungan badan di sini dikategorikan dalam dua bagian yaitu sebelum tahallul awal dan selepas tahallul awal.

Bagi pasangan yang berhubungan badan sebelum tahallul awal maka wajib baginya untuk membayar dam dengan menyembelih seekor unta. Jikalau tidak mampu, maka boleh diganti dengan menyembelih seekor sapi atau lembu. Dan jika tidak mampu, diganti dengan menyembelih 7 ekor kambing. Jika masih tidak mampu, maka diganti dengan memberi makan fakir miskin senilai seekor unta. Bila masih juga tidak mampu, maka diganti dengan berpuasa sebanyak hitungan mud (1 mud/75 gr/0.7 liter per hari) dari makanan yang dibeli seharga seekor unta.

Denda ini harus ditunaikan sejak pelanggaran terjadi dengan ketentuan semua amalan haji/umrahnya tetap harus diselesaikan. Tetapi diwajibkan mengulang haji/umrahnya karena haji/umrahnya tidak sah.

Sementara, jika berhubungan badan selepas tahallul awal maka diwajibkan membayar dam dengan menyembelih seekor unta; atau bersedekah seharga seekor unta; atau berpuasa sebanyak hitungan setiap mud makanan yang dibeli seharga satu ekor unta.

3. Memotong Kuku, Mencukur Rambut, Memakai Minyak Wangi, Memakai Pakaian yang Ada Jahitannya

Bagi yang melanggar larangan di atas, maka bisa membayar dam dengan memilih salah satu dari denda berikut: menyembelih seekor kambing; atau bersedekah kepada 6 orang fakir miskin (tiap orang 2 mud); atau berpuasa 3 hari.

4. Menebang atau Memotong Pohon di Tanah Haram Mekkah

Melakukan penebangan atau memotong pohon di Mekkah, merupakan suatu pelanggaran yang mengharuskan untuk membayar dam. Pembayarannya berupa seekor unta atau seseorang yang terhalang di jalan sehingga tidak dapat meneruskan haji atau umrah, ia boleh bertahallul dengan menyembeli seekor kambing. Seseorang yang tidak mengerjakan salah satu dari wajib haji maka damnnya adalah menyembelih seekor kambing untuk fakir miskin atau diganti dengan berpuasa 10 hari.

Selain itu, tempat pembayaran dam juga ditentukan. Pembayaran dam dengan menyembelih binatang dan makanan wajib dibayarkan di tanah haram. Sementara, denda berupa penyembelihan terhalang di jalan, maka harus dibayarkan di tempat yang terhalang.

Denda berpuasa boleh dilaksanakan di mana saja, kecuali yang telah ditentukan harus dibayaar di waktu haji.

Lalu, apabila seseorang yang sudah berihram haji atau umrah, pelaksanannya terhalang karena sakit atau hal yang di luar kemampuannya maka hendaknya berniat tahallul dengan menyembelih seekor kambing dan dibagikan fakir miskin ditempat itu juga.