Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Berita Haji & Umrah Informasi Penting

Ingat! 9 Larangan Ibadah Umroh yang Harus Dihindari

wisataumrohhaji.com

Berencana menunaikan ibadah umroh di tahun ini? Selain mempelajari keutamaan dari ibadah umroh beserta syarat-syarat dan rukunnya, ada baiknya Anda juga harus mengetahui apa saja larangan-larangan yang harus dihindari selama mengikuti rangkaian ibadah umroh.

Di tanah suci menerapkan beberapa aturan yang wajib dipenuhi para jamaah. Jika Anda melanggar larangan tersebut, anda akan mendapatkan konsekuensi berupa denda atau dikenal dengan sebutan “Dam”

Nah, supaya tidak terjadi. Berikut adalah larangan-larangan yang harus Anda hindari:

1. Laki-laki Tidak Boleh Menggunakan Pakaian yang Berjahit

Setiap jamaah yang beribadah tidak diperbolehkan menggunakan pakaian yang berjahit, termasuk pakaian dalam. Anda hanya boleh menggunakan kain khusus berupa dua helai kain ihram yang tidak dijahit. Kain Ihram yang dipakai harus menutupi aurat, namun tidak melampaui batas mata kaki.

2. Tidak Boleh Menggunakan Penutup Kepala

Meskipun cuaca di sana cukup terik, selama melakukan ibadah tidak diperbolehkan menggunakan penutup kepala yang melekat/menempel di kepala seperti peci, topi, kain, handuk atau sejenisnya. Anda hanya diizinkan menggunakan payung jika kepanasan.

Anda juga harus berhati-hati karena tidak diperkenankan menutup kepala menggunakan telapak tangan. Cukup gunakan ujung jari jika kepala anda terasa gatal.

3. Menggunakan Alas Kaki yang Menutup Mata Kaki

Untuk jamaah laki-laki, menggunakan alas kaki yang menutup mata dan jemari kaki tidak diperbolehkan. Gunakanlah sandal jepit atau sepatu sandal yang terbuka dibagian mata kaki dan jemari kaki.

4. Wanita Tidak Boleh Menutup Wajah dan Kedua Telapak Tangan

Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi bersabda “janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan jangan pula menggunakan kaos tangan”.

Dari sini sudah jelas bahwa seorang wanita tidak diperbolehkan untuk mengenakan penutup wajah dan kaos tangan. Akan tetapi, diperbolehkan menutup wajah ketika ada laki-laki yang bukan mahrom lewat di dekat Anda.

5. Memakai wangi-wangian

Ketika sudah niat ihram, maka tidak diperkenankan untuk menggunakan wewangian, baik yang melekat di badan maupun di pakaian. Beberapa pendapat para ulama pun menyatakan parfum pencuci pakaian juga termasuk wewangian yang dilarang.

Hindari pula menggunakan minyak angin atau balsem. Karena biasanya keduanya mengandung aromatherapy atau wangi-wangian tambahan.

Untuk laki-laki yang ingin menggunakan parfum, gunakanlah parfum yang tidak mengandung alkohol saat mandi sunnah sebelum niat umroh.

6. Memotong kuku dan rambut atau bulu badan

Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah : 196. Allah SWT berfirman:

“..Dan janganlah kamu mencukur rambutmu sebelum binatang hadyu sampai di lokasi penyembelihannya..” (Al Baqarah ; 196)

Dari ayat di atas sudah dijelaskan bahwa mencukur rambut tidak diperbolehkan. Bahkan para ulama juga sepakat bahwa haram hukumnya memotong kuku bagi orang yang tengah berihram. (Al Ijma oleh Ibnu Mundzir, hal 57).

Hanya saja, diperbolehkan untuk menghilangkan rambut dengan catatan yang bersangkutan harus membayar fidyah. Ini seperti ditegaskan Allah SWT dalam Al Baqarah ayat 196 yang berbunyi;

“Jika diantara kamu ada yang sakit atau gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur) maka wajiblah ia atasnya membayar fidyah yaitu berpuasa atau berhadaqah atau berkurban.” (Al Baqarah : 196)

7. Memburu atau Membunuh Hewan

Seperti yang tertuang dalam Surat Al Maidah ayat 95, para jamaah yang tengah melakukan ibadah umroh tidak diperbolehkan untuk menangkap binatang ketika sedang berihram.

8. Bercumbu dan Berhubungan Suami Istri

Setelah berihram, sepasang suami istri yang tengah beribadah umroh harus berjaga jarak dan menjaga ihramnya dengan tidak melakukan hubungan suami istri. Tidak diperkenankan juga bercumbu dan hal-hal lain yang bisa mengundang syahwat.

9. Melamar, Menikah atau menikahkan

Larangan terakhir yang satu ini mungkin terkesan janggal, namun pada zaman dahulu perjalanan umroh butuh waktu berbulan-bulan. Disitulah para jamaah memiliki kemungkinan untuk melakukan khitbah, menikah atau menikahkan.

Berdasarkan hadist Utsman dari Usman ra bahwa Nabi bersabda “Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh dinikahi dan tidak boleh melamar.” (Sahih: Mukhtashar Muslim no. 814)