Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Informasi Penting

Hal Aneh Ini Bakalan Terjadi Jika Kamu Mengeluh Saat Menunaikan Ibadah Di Tanah Suci

Utama

INFOHAJI.co.id – Sahabat InfoHaji, ibadah di tanah suci merupakan salah satu ibadah yang paling diimpikan banyak orang. Bukan hanya karena menjadi salah satu bagian rukun Islam (haji), ibadah di tanah suci juga memiliki banyak keutamaan.

Karena itu, menjaga sikap dan perkataan selama menunaikan ibadah adalah faktor yang sangat diwajibkan. Sebab dengan terjaganya sikap maupun perkataan, itu juga bisa menjadi indikator dari diterimanya (mabrur) ibadah yang kita laksanakan.

Meski begtiu, masih banyak para jamaah telah diingatkan, namun tetap belum bisa mengontrol dirinya. Terutama dalam hal berbicara. Tidak sedikit yang saat menunaikan ibadah di tanah suci, malah bicara sembarangan. Sementara kita ketahui di tanah suci banyak yang terjadi diluar nalar. Meskipun dari perkataan yang kita anggap sepele, tapi ternyata dampaknya tidak se-sepele yang kita duga. Misalnya banyak jamaah yang mengeluhkan sandal jepit yang dibawanya hilang.

Hal ini juga pernah dialami salah seorang pesinetron sekaligus komedian, narji. Ia mengeluhkan sandal jepit yang dibawanya dengan alasan barang yang dibawanya sudah banyak. Koper yang penuh serta bawaan lain yang telah menyita tempat. Pada akhirnya, narji beserta istrinya meletakkan sandal jepit di loker yang telah dsediakan. Setelah beribadah, sandal yang terdapat di lokerpun hilang. Dan kejadian ini pun telah dialami banyak jamaah yang beribadah ditanah suci.

1

Sumber: Instagram @diyanarji

Sementara ada kisah yang tak jauh berbeda juga dialami oleh salah seorang jemaah perempuan. Sebut saja namanya Hanifah. Ketika umroh di hari keempat di Makkah, Hanifah bersama jamaah yang lain melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram. Dalam sholatnya, ia menggerutu lantaran merasa bacaan sang imam terlalu panjang. Meski tak diucapkan di lisan, tapi kata-kata jengkelnya muncul di hati.

Selesai sholat subuh, ia bersama rombongan pun hendak pulang ke hotel tempat dia menginap di Makkah. Anehnya, Hanifah tidak bisa menemukan jalan pulang. Hatinya semakin jengkel tidak karuan.

Hanifah tetap berusaha mencari jalan keluar. Dimana ia yakin bahwa hotel tempat ia menginap dekat dengan pintu masuk utama. Tapi, sudah hampir satu jam lamanya, ia tidak juga bisa menemukan pintu keluar.

Dalam keadaan penuh kejengkelan itu, Hanifah mencoba menenangkan diri sejenak. Dan ia pun menyadari bahwa apa yang terjadi kepadanya, dimungkinkan karena ”gerak”nya hati pada hal yang negatif, menggerutu akan bacaan sang imam yang terlalu panjang.

Rombongan yang mencari Hanifah pun menyadari bahwa ada satu jamaah yang terpisah. Lalu, satu rombongan beristighfar, memohon ampun atas kesalahan yang secara sadar maupun tidak sadar, Mereka pun terus beristigfar memohon ampun pada Allah, hampir satu jam setelah ia dan rombongan beristighfar barulah jalan pulang bisa diketemukan.

Pelajaran yang dapat diambil adalah jagalah perkataan, sikap dan perbuatan ketika berada dimanapun, tanpa terkecuali di tanah suci. Karena sesungguhnya setiap perkataan buruk bisa berakibat buruk. Sedang perkataan baik, bisa membawa dampak yang baik.