Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Informasi Penting

Doa Safar Agar Kita Tenang Dalam Perjalanan Naik Pesawat

Utama

INFOHAJI.co.id – Sahabat InfoHaji, beberapa waktu kita dikejutkan dengan kabar duka atas kejadian pesawat Lion Air JT 610 yang membawa penumpang sebanyak 189 orang dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018).

Kabar jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 ini tentu saja membuat catatan buruk dalam dunia penerbangan. Sementara itu, naik pesawat juga menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi sebagian orang yang hendak melakukan safar (bepergian jauh). Perasaan was-was hampir selalu menyelimuti, terutama bagi pengguna transportasi udara.

Untuk itu, sangat perlu kita kembali kepada ajaran Islam dalam melakukan safar. Salah satunya adalah dengan membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah sebagaimana berikut ini:

اللهُ أَكْبَر، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَـهُ مُقْرِنِيْنَ.
وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ)
الَلَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ العَمَلِ مَا تَرْضَى،
الَلَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ،
الَلَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِيْ الأَهْلِ،
الَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالأَهْلِ

– Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, (Subhanalladzii sakhoro lanaa hadza wamaa kunna lahu muqriniin, wa inna ilaa rabbana lamunqalibuun).
Allahumma inna nas aluka fii safarinaa hadzal birrow wattaqwa, waminal ‘amali maa tardho.
Allahumma hawwan ‘alainaa safaronaa hadza wathwi ‘annaa bu’dah.
Allahumma Antashohibu fiissafari wal kholifatu fiil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’taa issafari wa kaabatil mandzori wa suu ilmunqolabi fiil maali wal ahli –

“Allah Maha Besar (3X). Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Ya, Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang meridhokanMu. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah! Engkau-lah teman dalam bepergian dan yang mengurusu keluarga(ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga”. ((HR. Muslim no. 1342. Kitabul Hajji Bab Ma Yaquulu Idza Rakiba ilaa Safaril Hajji wa ghairihi/Kitab Haji, Bab Apa yang diucapkan apabila berkendaraan ketika perjalanan haji atau yang selainnya dari Shahabat Ibnu Umar, Tirmidzi no. 3444, Abu Dawud no. 2599, Ahmad II/144 dan 150, an-Nasaa-i dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 548. Hadits ini Shohih ).

Dalam doa di atas sangat jelas sekali bahwa saat kita melakukan safar, kita meminta kepada Allah agar DIA menjadi teman dalam bepergian, dan kita juga meminta agar Allah menjaga keluarga yang kita tinggalkan. Dengan membaca doa ini, insya Allah kita akan menjadi lebih tenang.