Home » Arsip » Cara Memakai Baju Ihram
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Zam-zam

Mulai dari Rp. 30.000

Beli
Kurma

Mulai dari Rp. 13.000

Beli
Oleh-oleh Haji

Mulai dari Rp. 17.000

Beli
Tips

Cara Memakai Baju Ihram

cara memakai baju ihram

CARA MEMAKAI BAJU IHRAM KETIKA HENDAK MELAKUKAN IBADAH HAJI ATAU IBADAH UMROH

Baju ihram adalah baju yang harus dikenakan oleh seseorang saat melakukan ibadah haji atau umroh. Ketika seseorang hendak menunaikan ibadah haji atau umroh, maka dia wajib mengenakan baju ihram sebagaimana yang telah ditetapkan oleh ajaran agama islam. Berikut ini adalah panduan tentang tata cara memakai baju ihram sesuai syariat islam.

Nabi Muhammad SAW, bersabda:

لاَ يَلْبَسُ المُحْرِمُ اْلقَمِيْصَ وَلاَ الْعِمَامَةَ وَلاَ اْلبُرْنُسَ وَلاَ الْسَّرَاوِيْلَ وَلاَ ثَوْبًا مَسَّهُ وَرْسٌ وَلاَ زَعْفَرَانُ وَلاَ الْخُفَّيْنِ إِلاَّ أَنْ لاَ يَجِدَ نَعْلَيْنِ فَلْيَقْطَعْهُمَا حَتَّى يَكُوْنَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ

“Janganlah seorang muhrim (orang yang berhaji dan umroh) memakai gamis, imamah, burnus, celana, pakaian yang terkena wars dan za’faron dan tidak memakai kaos kaki kulit kecuali jika tidak mendapatkan sandal, maka hendaklah dia memotongnya sampai menjadi dibawah dua mata kakinya” [HR Bukhari dan Muslim].

Hadist diatas menjelaskan tentang bagaimana cara memakai baju ihram, dalam hadist tersebut disebutkan bahwa orang yang sedang melakukan ibadah haji atau umroh dilarang menggunakan pakaian yang berjahit, seperti; kemeja, gamis, sorban, celana dan kopiah.

Dalam hadist lain juga dijelaskan;

وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ

Artinya:

“Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari no. 1838).

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa wanita yang sedang menjalankan ibadah haji atau umroh dilarang menggunakan cadar dan sarung tangan.

cara memakai baju ihram

Dari kedua hadist diatas dapat disimpulkan bahwa pakaian ihram yang boleh dikenakan selama menjalankan ibadah haji atau umroh yaitu pakaian yang tidak berjahit (bagi kaum laki-laki), dan bagi kaum perempuan tidak diperbolehkan mengenakan penutup wajah (cadar) dan sarung tangan. Apabila seseorang telah memakai pakaian ihram, itu artinya ia telah siap untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh. Pakaian ihram disunahkan berwarna putih, baik itu bagi kaum perempuan dan laki-laki. Berikut ini adalah cara memakai pakaian ihram:

Pakaian Ihram Bagi Kaum Perempuan

Pakaian ihram yang digunakan oleh perempuan sangatlah mudah, seperti pakaian yang digunakan untuk sholat. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa aurat wanita ketika sholat adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Begitu juga ketika ihram, kaum perempuan diharuskan memakai pakaian yang menutup aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan pakaian yang digunakan, disunahkan berwarna putih.

Pakaian Ihram Bagi Kaum Laki-laki

Pakaian ihram yang harus dikenakan oleh laki-laki yaitu berupa dua helai kain ihram berwarna putih dan tidak berjahit, yaitu untuk menutup bagian bawah atau dikenakan sebagai sarung disebut Izzar, dan satu helai kain lainnya digunakan sebagai selendang yang disebut Ridaa’. Berikut adalah tata cara memakai kain ihram:

Step 1; pilihlah satu helai kain untuk digunakan di bagian bawah badan, yang akan digunakan sebagai sarung. Kain yang digunakan merupakan kain yang lebih panjang.

Step 2; kemudian bentangkan kaki dan mulai sarungkan kain yang lebih panjang tadi ke badan.

Step 3; bentangkan tangan kanan sambil menggenggam dua ujung kain ihram yang disatukan, dan tangan kiri diletakkan dibawah ketiak kanan untuk menahan lipatan kain.

Step 4: ujung kain ihram yang disatukan ditarik ke arah kiri, sedangkan tangan kanan bergantian menahan lipatan dibawah ketiak.

Step 5; ujung kain ihram yang disatukan dilipat kedalam sehingga tidak kelihatan dari depan dan nampak rapi.

Step 6; lipatan kain ihram digulung kebawah seperti saat Anda hendak mengenakan sarung untuk sholat.

Step 7; gunakan kain satunya lagi untuk digunakan sebagai selendang di bagian atas tubuh, dengan cara sebagai berikut; selipkan ujung kain ihram sebelah kiri pada gulungan kain ihram di bagian pinggang sebelah kanan, kemudian selendangkan ujung kanannya untuk menutupi bagian atas badan. Posisi kain ihram seperti ini hanya digunakan ketika hendak sholat dan sa’i. Sedangkan ketika Anda hendak melakukan thawaf umrah atau qudum (thawaf ketika tiba di Mekkah), posisikan kain ihram bagian atas dengan cara diselempangkan dibawah ketiak kanan dan dilampirkan di bahu kiri. Posisi ini disebut dengan Idhthibaa’.

Demikianlah cara memakai baju ihram ketika hendak melakukan ibadah haji dan umroh. Semoga bermanfaat dan menjadi panduan bagi Anda yang hendak bertolak ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah haji atau umroh.

Wallahu’alam bi shawab.

Parfum Al-Haramain

mulai dari Rp. 75.000

Beli
Sajadah

Mulai dari Rp. 15.000

Beli