Home » Arsip » Cara Daftar Haji Reguler
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Artikel Populer

Dapatkan Produknya disini

Sajadah Beli
Kerudung Beli
Souvenir Beli
Tips

Cara Daftar Haji Reguler

cara daftar haji reguler

Tata Cara Daftar Haji Reguler

Hukum ibadah haji adalah wajib bagi mereka yang mampu. Mampu disini, salah satunya adalah mengacu kepada kemampuan finansial. Apabila secara finansial, Anda tergolong orang yang mampu melaksanakan ibadah haji, maka wajib bagi Anda untuk menjalankannya. Hal selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan diri Anda kepada Penyelenggara Haji. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui terkait tata cara daftar haji reguler:

Penyelenggara haji di Indonesia ada dua jalur yaitu jalur Haji Reguler dan Haji Plus. Haji Reguler merupakan program haji yang diselenggarakan oleh Pemerintah melalui Kementrian Agama. Sedangkan Haji Plus merupakan program haji yang diselenggarakan oleh pihak swasta, contohnya travel perjalanan haji dan umroh yang sudah mengantongi izin dari Departemen Agama.

Pelayanan yang akan didapat oleh calon jamaah haji yang mendaftar melalui Haji Reguler dan Haji Plus tentu berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada:

  • Cara menyetor uang pendaftaran
  • Biaya haji
  • Fasilitas yang didapat selama di Tanah Suci
  • Lama tinggal di Tanah Suci (Haji Plus hanya akan menginap sekitar 25 hari, sedangkan Haji Reguler akan menginap sekitar 40 hari).

Pada kesempatan ini, kami hanya akan membahas tentang tata cara daftar haji Reguler:

Pertama, Membuka Rekening Haji

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka rekening haji. Tabungan yang akan Anda gunakan untuk mendaftar sebagai calon jamaah haji berbeda dengan tabungan biasa. Tabungan haji merupakan tabungan yang khusus diperuntukan untuk pendaftaran haji. Ketika Anda memustuskan untuk membuka rekening haji, pastikan Anda datang pada bank yang memang sudah ditunjuk sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Haji.

Kebijakan setoran awal dan saldo minimum pada setiap bank bisa berbeda-beda. Akan tetapi, tabungan haji pasti memiliki ciri yang sama di setiap bank, yaitu tidak mendapatkan bunga/bagi hasil dan tidak dikenakan biaya administrasi dan tidak diberikan atm.

Anda baru bisa mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji apabila jumlah saldo di rekening tabungan haji sudah mencapai minimal 25 juta rupiah. Setelah itu, Anda baru bisa mendaftarkan diri Anda ke Kementrian Agama untuk mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji)  dan Nomor Porsi.

Kedua, Membuat Surat Keterangan Sehat di Puskesmas

Untuk membuat Surat Keterangan Sehat, Anda bisa mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkannya. Setelah mendapatkan Surat Keterangan Sehat, bawa surat tersebut beserta buka tabungan (apabila saldo telah mencapai minimal 25 juta) ke Kantor Wilayah Kementrian Agama terdekat.

Ketiga, Membuat Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) di Kantor Kementrian Agama

Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) ini bisa Anda dapatkan dengan cara mendatangi kantor Kementrian Agama Kota atau Kabupaten. Dan jangan lupa untuk membawa tabungan haji sebagai bukti Anda telah melunasi minimum setoran awal. Baru setelah itu, Anda akan diberi formulir SPPH yang harus diisi. Isilah formulir tersebur dengan keterangan selengkap-lengkapnya.

Keempat, Mengajukan Nomor Porsi di Bank

Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) yang sudah Anda dapatkan, dibawa ke bank tempat Anda membuka rekening haji untuk mendapatkan nomor porsi. Ketika nomor porsi dan bukti setoran awal Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) telah ada ditangan, maka Anda harus kembali ke kantor Kementrian Agama dengan membawa berkas berikut:

  • Bukti setoran awal Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH)
  • Satu lembar Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH)
  • Foto wajah tanpa menggunakan kacamata. Latar belakang foto putih. Jumlah foto yang diminta biasanya dua belas (12) lembar, yang terdiri dari sepuluh (10) lembar ukuran 3 X 4, dan dua (2) lembar ukuran 4 X 6
  • Empat (4) lembar fotocopy Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas
  • Dua (2) lembar fotocopy Akta Kelahiran/Buku Nikah/Ijazah
  • Dua (2) lembar fotocopy Kartu Keluarga
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Pastikan Anda melunasi biaya haji sebelum keberangkatan (sesuai regulasi yang dikeluarkan Kementrian Agama), agar keberangkatan haji Anda tidak dibatalkan.

Demikian penjelasan tentang tata cara daftar haji reguler. Semoga bermanfaat!

Tambang Koper

Rp. 80.000

Beli
Tikar Wukuf Dua Sangkar

Rp. 37.500

Beli
Kantong Urine – Pee & Pee

Rp. 125.000

Beli