Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel

Berhaji Diusia 78 Tahun, Kakek Ini Di Mudahkan Sentuh dan Cium Ka’bah

Utama (1)

Menunaikan ibadah haji saat berumur lanjut usia memang membutuhkan stamina fisik yang kuat, karena haji merupakan ibadah fisik. Hal ini tidak menghalangi Sutar (78), jemaah haji asal Tulungagung Jawa Timur ini begitu semangat saat di tanya kesannya saat berada di Tanah Suci.

Mbah Sutar begitu ia disapa, merasa bahagia dan bersyukur bisa menunaikan ibadah haji pada tahun ini, apalagi bisa beribadah di Masjidil Haram. Saat ditanya kesannya pertama kali melihat Ka’bah, dirinya mengaku biasa saja, tapi setelah shalat di Hijr Ismail dirinya baru meneteskan air mata.

Melakukan salat sunah di Hijr Ismail. Bagi khalayak awam, mungkin masih cita-cita karena butuh proses tenaga ekstra untuk menembus ratusan jemaah yang berkeliling melakukan tawaf.

Di usia 78 tahun, Mbah Sutar mampu melakukan itu. Mbah Sutar merasa dirinya mendapat dorongan kuat untuk menyentuh Ka’bah dan salat di Hijr Ismail.

Saat memasuki Hijr Ismail pun, dirinya dimudahkan bahkan orang-orang sekitar memberi ruang dan melindunginya. Selain salat sunnah di Hijr Ismail, mbah Sutar juga berkesempatan untuk memegang bangunan suci lagi mulia yang berdiri di tengah-tengah Masjidil Haram.

“Alhamdulillah sudah pegang Ka’bah dan menciumnya,” ujar Mbah Sutar saat ditemui Media Center Haji (MCH) di Hotel tempatnya menginap.

Tidak hanya memegang bangunan Ka’bah, Mbak Sutar juga masih diberikan kesempatan luar biasa lainnya, yaitu mencium Hajar Aswad.

Sebelumnya, mbah Sutar sendiri sempat merasa kebingungan saat berada di samping Ka’bah, karena di riuhnya jemaah haji lain yang melihat dirinya. Mbah Sutar saat itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berdoa dan shalat sunah.

“Saya doa dan salat di Hijir Ismail. Saya juga mencium Hajar Aswad,” ujar Mbah Sutar.

Bagi Mbah Sutar bisa melaksanakan haji adalah berkah hidupnya. Dirinya yang seorang petani dan hanya memiliki sapi, akhirnya bisa mendaftarkan berangkat haji 8 tahun lalu.

“Hasil panen saya jual dan belikan sapi. Sapi sudah kelihatan besar saya jual. Uangnya buat makan dan nabung haji,” ujar Mbah Sutar.

Saat menunggu di lobi hotel, Mbah Sutar juga tidak menyia-nyiakan untuk berfoto dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Tolong nanti kalau ada Pak Menteri saya di foto ya,” ujarnya lirih.