Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Artikel Doa Haji & Umrah

9 Tempat Paling Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

makkah

Umroh dan Haji merupakan dua ibadah yang paling diminati oleh umat muslim diseluruh dunia. Dua ibadah ini merupakan momentum umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan juga untuk berdoa. Di lokasi ini terdapat sejumlah tempat yang mustajab untuk berdoa bagi jemaah calon haji. Namun, untuk berdoa di tempat-tempat mustajab itu harus bebas dari unsur syirik dan khurafat.

Nah berikut ini adalah beberapa lokasi yang diyakini sebagai 9 tempat paling mustajab untuk berdoa di Tanah Suci

1. Multazam

Multazam, lokasinya di antara Hajar Aswad dan sebelum Pintu Ka’bah. Multazam merupakan tempat paling utama.

Berdasarkan hadits berikut, dari Ibnu Abbas r.a Rasulullah SAW bersabda: “Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satupun doa seorang hamba di Multazam kecuali di kabulkan.” (HR. Ahmad)

Maka ketika Anda telah tiba di tempat ini, cucurkanlah air mata seraya memohon ampunan kepada Allah SWT. Jika memungkinkan jangan lupa untuk memegang pintu Ka’bah. Mintah kebaikan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.

2. Masjidil Haram

Masjidil Haram merupakan masjid terbesar di dunia dan menjadi pusat beribadah umat Islam di dunia yang mampu menampung jamaah hingga 4 juta lebih. Tempat ini diyakini menjadi tempat dikabulkannya doa dan mendapat pahala yang berlipat ganda. Bahkan shalat di Masjidil Haram memiliki derajat 100.000 kali lebih utama dibandingkan shalat di tempat yang lain. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits:

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik daripada 1000 shalat ditempat lain, kecuali di Masjid Haram. Shalat di Al Masjid Haram lebih baik daripada 100.000 kali shalat di tempat lain.” (HR. Ibnu Majah)

3. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah daerah yang dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim. Berbentuk setengah lingkaran dan terletak di sebelah utara Ka’bah. Tempat ini sering digunakan jamaah Haji maupun Umroh untuk melaksanakan shalat sunnah karena diyakini sebagai salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Hijir Ismail dibangun Nabi Ibrahim sebagai tempat berteduh sewaktu membangun Ka’bah.

Rasulullah SAW bersabda,

Dari Aisyah ra berkata: Aku ingin sekali masuk kedalam ka’bah untuk shalat di dalamnya.” Maka Rasulullah SAW menarik tanganku masuk ke Hijir Ismail seraya berkata “Bila engkau mau masuk ke dalam ka’bah, maka sesungguhnya Hijir ini sebagian dari Ka’bah. Karena kaummu ketika membangun Ka’bah kembali menguranginya sampai Hijir itu berada di luar Ka’bah.”( Hadist riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Tirmidzi).

4. Makam Ibrahim

Makam Ibrahim adalah salah satu tempat yang istimewa dan jika berdoa di sana akan dikabulkan oleh Allah SWT. Makam Ibrahim adalah tempat bekas berdirinya Nabi Ibrahim AS tatkala membangun Ka’bah dan terbuat dari batu dan salah satu Mu’jizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, batu tersebut dapat naik dan turun sesuai keinginan Nabi Ibrahim AS ketika membangun tembok Ka’bah. Letaknya berhadapan dengan Pintu Ka’bah.

Makam Ibrahim merupakan bangunan yang berkubah emas, perak dan berlapis kaca sehingga bekas telapak kaki Nabi Ibrahim dapat terlihat jelas. Batu tempat pijakan Nabi Ibrahim a.s aadlah batu yang berasal dari surge seperti halnya batu hajar Aswad dan atas seizin Allah bekas pijakan Nabi Ibrahim masih terlihat hingga sekarang ini.

5.  Rukun Yamani

Rukun Yamani (Sudut Yamani) merupakan sudut yang menghadap pintu no 1 Ka’bah. Setiap orang yang thawaf disunnahkan menyalami/mengusap dengan tangan kanan atau disunnahkan melambaikan tangan kanan ke arah sudut ini sambil mengatakan,”Bismillahi Waallahu Akbar”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah  SAW bersabda: “Ada 70 malaikat yang memegang Rukun Yamani. Barangsiapa berdoa,” Ya Allah berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia dan akhirat. Ya tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka” maka 70 malaikat tersebut akan berkata “Amiin, kabulkanlah doanya. “ (HR. Ibnu Majah)

6. Dalam Kabah

Tentu masuk ke dalam Ka’bah bukanlah hal yang mudah. Namun Rasullah SAW pernah membawa Aisyah ra ke Hijir Ismail ketika Aisyah meminta izin shalat di dalam Ka’bah. Saat itu, Rasullah SAW bersabda, “shalatlah di sini kalau ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk bagian dari Ka’bah”.

Karena itu tidak dibenarkan seseorang berthawaf dalam area Hijir Ismail, karena Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Saat haji dan umrah, para jamaah harus antre masuk ke dalam Hijir Ismail yang tidak terlalu luas. Usai salat sunah mutlak, mereka biasanya memuaskan diri berdoa di sini.

7. Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan “batu hitam” yang berada di sisi Ka’bah. Batu Hajar Aswad ini merupakan salah satu batu yang berasal dari surga. Hajar Aswad berkaitan dengan cerita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika membangun Ka’bah dan mendapat perintah untuk meninggikan pondasi Ka’bah.

Dalam QS Al Baqarah ayat 127 yang artinya ”Dan (ingatlah) ketika Ibrahim memninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo’a): Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Karena keistimewaan inilah, berdoa di Hajar Aswad juga sangat mustajab, serta disunnahkan pula untuk mencium batu hitam tersebut.

8. Raudhah (Madinah)

Di Masjid Nabawi terdapat Raudah yaitu tempat antara mimbar dan kediaman Rasulullah Muhammad SAW semasa beliau hidup yang menjadi salah satu tempat istimewa bagi masyarakat muslim. Jika ada yang memanjatkan doa di tempat ini, Insya Allah akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Untuk mencapai Raudah yang menjadi dambaan umat Islam harus berebutan sebelum masuk ke tempat itu untuk shalat, berzikir, berdoa dan membaca Al Qur’an.

9. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i adalah berjalan sebanyak 7 kali putaran antara bukit Shafa dan Marwah yang terletak dengan Ka’bah. Prosesnya dilakukan setelah thawaf, dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Terdapat kisah yang istimewa di balik bukit shafa dan marwa ini, Siti Hajar bersama anaknya mondar-mandir hingga 7 kali bolak balik antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air. Jarak antara bukit Shafa dan Marwah adalah kurang lebih 450 m. Akhirnya kisah ini diabadikan oleh Allah sebagai salah satu rukun umroh dan haji yaitu sa’i.

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang ia kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241).