Home » Arsip » 3 Modus Travel Umroh ‘Nakal’
  • iklan-perlengkapan-haji-square-1.jpg

Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram

Dapatkan Produknya disini

Berita Haji & Umrah

3 Modus Travel Umroh ‘Nakal’

wukuf-di-arafah

3 Hal yang Harus Anda Waspadai Jika Ditawari Umroh Oleh Travel Dengan Modus Seperti Ini

Terkait maraknya penyelenggara umroh yang ‘nakal’, calon jemaah sebaiknya harus lebih jeli dalam memilih dan menentukan agen travel. Jangan mudah tergiur dengan janji-janji promosi dan harga murah.

Penipuan bermodus berangkat umroh murah kembali makan korban. Setelah First Travel yang gagal memberangkatkan puluhan ribu jamaah tahun lalu, kini muncul kasus Hannien Tour. Ribuan orang gagal berangkat hingga masuk ranah hukum. Polisi sudah menetapkan direktur dan para pengurus Hannien Tour sebagai tersangka.

Kini yang terbaru, ribuan jamaah Abu Tour resah tak bisa berangkat setelah keberangkatan mereka ditunda. Seharusnya berangkat bulan Desember dan Januari, namun pihak Abu Tour memundurkan jadwal menjadi Bulan Februari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Thahir mengaku terus memantau perkembangan janji dari Abu Tour. Sampai saat ini dia menyebut belum ada indikasi Abu Tour yang berbasis di Makassar melakukan penipuan seperti First Travel. Namun ada 16.000 jamaah yang keberangkatannya tertunda dan dijanjikan akan diberangkatkan bertahap.

Harapan masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci memang sangat besar. Sayangnya lahan ini subur dimanfaatkan para penipu untuk menjalankan aksinya.

Anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Republik Indonesia (Amphuri), Budi Firmasyah meminta masyarakat untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih biro umroh.

Berikut hal-hal yang harus diwaspadai dalam memilih biro perjalanan umroh. Hal-hal seperti ini yang biasanya dipakai agen untuk menjerat calon korbannya:

  1. Paket umroh promo Rp 14 juta

Travel umroh yang bermasalah menjerat calon korbannya dengan harga murah. Yang sering digunakan adalah harga promo Rp 14 juta. Konsumen pun tergiur untuk mendaftar, dengan janji akan diberangkatkan tahun depan.

Padahal jumlah Rp 14 juta itu tidak masuk akal untuk umroh menggunakan travel. Jelas beda dengan harga umroh mandiri seperti yang dilakukan beberapa komunitas backpacker misalnya.

“Kementerian Agama memberikan minimal standar (peserta) yang rasional adalah 1.700 Kalau hitung-hitungan kurang lebih di harga Rp 22 juta,” kata Budi Firmansyah.

Perhitungan merdeka.com di beberapa travel umroh, berikut rincian biaya umroh per orang jika dibagi dalam satu grup dalam tiga tahun terakhir.

  1. Tiket pesawat Jakarta-Jeddah (PP) : Rp 12.800.000 – Rp 15.250.000
    2. Hotel Madinah per orang : Rp 700.000 – Rp 4.200.000
    3. Hotel Mekkah per orang : Rp 800.000 – Rp 6.300.000
    4. Biaya makan di Mekkah dan Madinah : Rp 900.000 – Rp 4.800.000
    5. Biaya Visa : Rp 790.000 – Rp 1.200.000
    6. Sewa Bis : Rp 700.000 – Rp 1.000.000
    7. Snack : Rp 640.000 – Rp 750.000
    8. Air zam-zam : Rp 100.000 – Rp 300.000
    9. Airport tax : Rp 45.000 – Rp 100.000
    10. Handling, muthawif, supir, porter : Rp 150.000
    11. Pembimbing : Rp 750.000 – Rp 1.200.000
    12. Manasik : Rp 950.000 – Rp 1.500.000
    13. Admin travel : Rp 700.000 – Rp 2.000.000

Total biaya yang normal rata-rata Rp 20.075.000 – Rp 38.950.000.

  1. Jadwal keberangkatan dengan tanggal terbuka

“Saya daftar umroh bulan Maret 2017. Untuk estimasi keberangkatan di Bulan Januari 2018. Namun tanggalnya belum pasti, biasanya akan diberikan H-30. Harusnya berangkat 23 Januari, tapi H-7 mendapat kabar diundur sampai Februari,” kata Wilda, warga Malang kepada merdeka.com.

Waspadai modus tanggal fleksibel seperti ini. Jangan mau menyetor uang sebelum ada tanggal pasti. Travel yang benar pasti akan langsung membooking tiket pesawat untuk jamaah. Sementara travel abal-abal akan menggunakan uangnya untuk berinvestasi di tempat lain.

Umumnya paket promo ditawarkan jauh di depan, dari tahun sebelumnya atau beberapa bulan di muka. Bagi travel yang penting adalah menarik dana sebesar-besarnya dari calon konsumen. Seperti kasus First Travel dan Hannien Tour, ternyata uang jamaah ini digunakan pemilik untuk bisnis di tempat lain dan parahnya bisnis mereka gagal.

  1. Alasan visa ditolak

Dalam beberapa kasus penipuan umroh, sering jamaah sudah dijanjikan berangkat tapi sampai di bandara diberi tahu ternyata visanya belum keluar. Mereka pun batal umroh.

Travel yang benar akan menjamin surat-surat kelengkapan jemaah haji beres maksimal dua atau tiga hari sebelum keberangkatan.

Kadang travel abal-abal juga memberikan alasan aneh untuk menunda keberangkatan dan menjadikan visa sebagai kambing hitam jamaah tak jadi berangkat. Pertanyaannya, jika jamaah sudah bayar umroh enam bulan sebelumnya, lalu apa kerja agen itu sampai visa belum keluar sampai hari keberangkatan?

Waspada penipuan umroh. Jangan tertipu harga murah dan pelayanan tak masuk akal. Ingat, mulut para agen itu bisa sangat manis menebar janji.

Sumber: merdeka.com