Ikuti kami

Facebook
Instagram
Instagram
Berita Haji & Umrah

171 Calon Jamaah Haji Indonesia Diamankan di Filipina

pergi haji

Terbatasnya Kuota Haji di Indonesia Dimanfaatkan Oknum Tak Bertanggungjawab

Pergi ke Tanah Suci guna menjalankan rukun islam yang kelima merupakan cita-cita setiap orang muslim. Untuk mewujudkannya, tidak sedikit dari mereka yang menyisihkan sebagian dari rejekinya untuk di tabung dan menunggu dalam waktu yang cukup lama sampai mendapat kesempatan untuk pergi ke Tanah Suci.

Di Indonesia sendiri, mereka (calon jamaah haji) harus rela menunggu dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu 5 sampai 10 tahun, bahkan ada yang menunggu sampai 20 tahun hingga akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk pergi haji. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kuota yang ditetapkan oleh pihak Arab Saudi.

Keterbatasan kuota di Indonesia ini, sering kali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Salah satunya adalah kasus yang sedang dialami oleh 171 calon jamaah haji asal Indonesia, yang saat ini sedang diamankan oleh pihak Filipina karena pemalsuan paspor. Mereka dicegat oleh otoritas imigrasi di Bandara Manila ketika hendak terbang ke Arab Saudi pada hari jumat (19/08/2016).

Para jemaah tersebut diduga membayar USD 6.000 sampai USD 10.000 kepada sekelompok warga Filipina, yang bertugas di jasa layanan pemberangkatan jamaah haji di Filipina. Mereka memanfaatkan kuota cadangan yang diberikan pihak Arab Saudi kepada calon jamaah haji Filipina yang tidak terpenuhi, dengan merekrut calon jamaah haji dari negara lain, salah satunya Indonesia.

Menanggapi hal ini, wakil presiden Jusuf Kalla menilai bahwa 171 WNI yang saat ini sedang diamankan oleh petugas imigrasi merupakan korban dan yang harus bertanggungjawab atas kasus ini adalah orang-orang yang memberangkatkan mereka ke Filipina. Pemerintah sedang berusaha berkoordinasi dengan pihak Filipina supaya ke-71 WNI tersebut dapat dibebaskan dan kembali ke Indonesia.